Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas minta Pemprov Jakarta memastikan tidak ada aksi sweeping selama pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 2026.
- Untuk itu, bagi kesuksesan dan kelancaran pelaksanaan ibadah pemerintah diharapkan hadir mendukung sikap saling hormat menghormati antar umat beragama.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Pemerintah Provinsi Jakarta memastikan tidak ada aksi sweeping selama pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 2026.
"Saya rasa tidak perlu ada sweeping-sweeping-an karena pemerintah sebelum puasa kita harapkan sudah mensosialisasikan dan memberi pengertian kepada rakyat dan masyarakat luas. Tentang perlunya ada sikap saling hormat menghormati agama dan kepercayaan serta ibadah dari agama lain," kata Anwar Abbas, Selasa (17/2/2026).
Ia mencontohkan, seperti saat Hari Nyepi umat agama lain menghormati ibadah umat Hindu, dan ketika Hari Natal umat agama lain juga menghormati perayaan umat Kristen dan Katolik.
Untuk itu, lanjutnya bagi kesuksesan dan kelancaran pelaksanaan ibadah pemerintah diharapkan hadir mendukung sikap saling hormat menghormati tersebut.
"Dan umat dari kalangan yang akan melaksanakan ibadah tersebut tentu tidak usah merasa terganggu karena pemerintah sudah hadir untuk menjaga dan memelihara situasi yang ada. Sehingga umat dari agama yang akan melaksanakan ibadah dapat beribadah dengan baik, khusyuk dan tenang," imbuhnya.
Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Tembus Rp 120 Ribu Per Kg Jelang Ramadan
Anwar Abbas mengatakan para pemeluk agama tidak perlu melakukan sweeping-sweeping-an.
Karena pemerintah sudah menjamin hadirnya kondusivitas situasi bagi pemeluk agama yang bersangkutan untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan ketentuan dari agamanya.
"Beberapa hari lagi umat Islam akan berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan. Umat Islam juga begitu. Mereka tidak perlu melakukan sweeping-sweeping-an dan segala macamnya," kata Anwar Abbas.
Baca juga: Mengapa Hilal Kadang Terlihat Kadang Tidak? Ini Penjelasan Sains BMKG untuk Penentuan Awal Ramadan
Hal itu dikarenakan pemerintah diharapkan sudah hadir untuk mengatur situasi dan keadaan yang ada sehingga diharapkan umat Islam akan bisa melaksanakan ibadahnya dengan baik dan lancar.
"Berkat usaha pemerintah bersama para pemeluk agama yang ada sudah ada kesamaan, sikap untuk saling hormat menghormati," tandasnya.
Baca tanpa iklan