Ringkasan Berita:
- Warga cemas harga sembako melonjak, Pemkot Tangsel pasang pengawasan ketat.
- Pasar murah Ramadan digelar, beras dan daging dijual lebih terjangkau.
- Satgas Pangan siaga sidak gudang, penimbun sembako terancam ditindak tegas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menegaskan kesiapan penuh dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan 2026.
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama instansi terkait disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan harga akibat meningkatnya konsumsi masyarakat di bulan puasa.
Wali Kota Benyamin Davnie memastikan seluruh perangkat daerah bergerak aktif agar warga tidak kesulitan memperoleh sembako.
“Kami tidak ingin ada warga yang kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok akibat permainan harga di pasar,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel, TB Asep Nurdin, menyampaikan pesan Wali Kota, Senin (23/2/2026).
Data Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tangsel mencatat harga sempat mengalami deflasi minus 3,51 persen pada Januari 2026.
Namun, memasuki Februari hingga Ramadan, tren berbalik dengan inflasi 1,27 persen, terutama dipicu komoditas cabai rawit.
Kondisi ini mendorong pemerintah daerah memperkuat pengendalian agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Baca juga: 7 Artis Mendapat Beasiswa LPDP, Putri Anies Baswedan hingga Alyssa Soebandono
Sebagai langkah preventif, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bazar Ramadan di tujuh kecamatan.
Program ini menawarkan beras, daging, telur, minyak goreng, dan gula pasir dengan harga 15–20 persen lebih murah dibanding pasar reguler.
“Stok dipastikan tersedia langsung di titik pemukiman warga,” tambah Asep.
Selain pasar murah, Pemkot Tangsel juga memperkuat aspek penegakan hukum.
Forkopimda bersama Polres dan Kejaksaan Negeri melakukan inspeksi mendadak ke gudang distributor dan pasar utama seperti Ciputat dan Serpong.
“Forkopimda dan Satgas Pangan tidak akan segan menindak tegas oknum yang sengaja melakukan penimbunan barang atau praktik spekulasi harga yang merugikan kepentingan umum di bulan suci ini,” tegas Asep.
Baca tanpa iklan