TRIBUNNEWS.COM - Teka-teki terkait sosok pria arogan yang viral aniaya 3 petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pertamina di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, akhirnya terungkap.
Belakangan diketahui, pelakunya berinisial JMH (31) sehari-hari bekerja di bidang rental mobil.
JMH sempat membuat heboh karena mengaku sebagai aparat saat menganiaya para korban pada Minggu (22/2/2026) malam.
Bahkan, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal ikut turun tangan.
Dikutip dari akun instagram pribadinya @alfiannurrizal, tampak JMH digiring petugas untuk diinterogasi langsung oleh Kombes Alfian.
JMH mengenakan kaos hitam dan celana pendek hitam hanya bisa tertunduk lesu.
Kombes Alfian mencecar JMH dengan sejumlah pertanyaan, pertama soal alasan menggunakan nomor kendaraan palsu.
"Kenapa kamu pakek TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) palsu?" tanyanya sambil menuding JMH.
Pelaku berdalih dengan menggunakan nopol palsu dapat mengisi BBM bersubsidi agar lebih murah.
JMH di hadapan Kombes Alfian dengan mengaku salah.
"Siap untuk isi pertalite Pak," jawabnya.
Baca juga: Penampakan Rumah Ibu Tiri yang Diduga Aniaya Anak hingga Tewas di Sukabumi
Kombes Alfian juga bertanya motif JMH menganiaya 3 pegawai SPBU.
Pelaku beralasan dia terpancing emosi karena korban menarik bajunya duluan.
Meski demikian, Kombes Alfian tidak langsung percaya.
"Nanti kita buktikan. Saya lihat tidak ada penarikan baju ke kamu. Malah sebaliknya yang narik baju," tegas dia.
Baca tanpa iklan