News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dewan Perdamaian

Bawa Bendera Palestina dan Iran, Massa Aksi Tuntut Indonesia Keluar dari BoP

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BELA PALESTINA - Aksi solidaritas untuk Palestina bertajuk 'Indonesia Bukan Satpam Israel' di ruas Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026). Massa aksi menuntut Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi solidaritas untuk kemerdekaan Palestina bertajuk 'Indonesia Bukan Satpam Israel' berlangsung di ruas Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026) sore. 

Aksi diikuti oleh elemen mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil.

Baca juga: Jusuf Kalla Soroti Peran BoP dan Dukungan Negara Islam terhadap Palestina

Dalam aksi ini massa membawa bendera Palestina, dan bendera Iran.

Ada juga spanduk besar berlatar bendera Iran dengan sosok mendiang pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khamenei yang bersanding dengan bendera Palestina. 

Baca juga: Indonesia, antara BoP dan Perang Iran vs Israel-AS

Di lokasi juga nampak papan besar untuk latar panggung utama, dengan tulisan 'Ganyang Penjajahan Gaya Baru, Indonesia Out of BOP'.

Adapun tuntutan massa dalam aksi ini adalah menyuarakan agar Indonesia keluar dari Board of Piece (BoP). 

Perkumpulan bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ini dinilai merupakan penjajahan gaya baru, di mana Indonesia seolah menjadi satpam atau penjaga bagi negeri zionis Israel.

Muhammad Syauqi Hafiz, salah satu penggerak gerakan solidaritas Palestina dari Boikot Divestasi Sanksi (BDS) Indonesia, mengatakan bahwa penjajahan era modern seperti yang diterapkan Israel, semakin menjadi-jadi, di mana sebuah negara bisa membunuh dan menjajah tanpa ada yang menghukum.

"Imperialis semakin gila, mereka bisa membunuh, mereka bisa menjajah, mereka bisa membom tanpa ada yang menghukum," kata Syauqi di atas panggung. 

Tindakan tersebut seperti yang dilakukan oleh Israel terhadap bangsa Palestina. Di mana warga Palestina sampai saat ini masih mengalami genosida. 

"Di tengah segala kegilaan ini, bangsa Palestina, rakyat Gaza masih digenosida," katanya.

Baca juga: Aksi Masyarakat Sipil di DPR, Tuntut RI Keluar dari BoP hingga Tolak Kesepakatan Tarif Resiprokal

Kemerdekaan Palestina Bukan Slogan

Dalam pernyataan di atas panggung, Muhammad Syauqi Hafiz, salah satu penggerak gerakan solidaritas Palestina menyoroti kondisi di Palestina, khususnya Jalur Gaza, yang menurutnya hingga kini masih berada dalam situasi penjajahan dan kekerasan.

"Palestina, jalur Gaza, sampai hari ini masih dijajah, masih dibom, masih dibunuh. Oleh karena itu, tadi ada yel-yel untuk kita menguatkan tekad bahwa kemerdekaan bukan omong kosong, bahwa kemerdekaan itu adalah tuntutan amanat Indonesia," kata Hafiz.

Ia menegaskan bahwa bagi masyarakat Palestina, kemerdekaan bukan sekadar retorika yang sering diucapkan dalam pidato atau pernyataan politik.

Namun, kemerdekaan bermakna nyata dan mendasar bagi rakyat Palestina yang terus menghadapi konflik berkepanjangan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini