News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dokter di Rumah Sakit Kawasan Semanggi Jaksel Dilaporkan, Diduga Malpraktik Ring Jantung

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemasangan ring jantung pada pasien penyakit jantung koroner. Kasus dugaan malpraktik dokter terjadi di sebuah rumah sakit bilangan Semanggi, Jakarta Selatan. Polisi mendalami kasus ini.  Begini duduk perkaranya.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menyelidiki laporan soal dugaan malpraktik dokter yang terjadi di sebuah rumah sakit bilangan Semanggi, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan laporan tersebut sudah diterima dan sedang diproses.

Baca juga: Polda Metro Usut Laporan Dugaan Malpraktik Dokter di Rumah Sakit Wilayah Jaksel

“Laporan sudah kami terima, ini juga masih didalami laporan itu kalau enggak salah baru minggu kemarin, ini masih didalami terkait tentang dugaan malapraktik yang bersangkutan,” katanya kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).

Menurut dia, polisi saat ini masih mengumpulkan keterangan dari pelapor serta menelaah barang bukti yang diserahkan.

“Ini masih pendalaman nanti juga pelapor termasuk barang bukti akan dilakukan kajian,” ujarnya.

Dari Diagnosa Pasang Ring Jantung 

Ilustrasi jantung sakit (Pixabay/Pexels)

Saat ditanya mengenai duduk perkara laporan tersebut, Budi menjelaskan kasus itu berkaitan dengan analisa dokter terhadap kondisi pasien yang kemudian dibandingkan dengan pendapat dokter lain.

“Ini masih kami dalami terkait tentang ada suatu analisa dari dokter tentang penyakit seseorang pasien tetapi yang bersangkutan mencari second opinion kepada dokter lain ternyata perbandingan antara dokter pertama, dokter kedua itu tidak sesuai,” jelasnya.

Ia mencontohkan adanya perbedaan pendapat terkait tindakan pemasangan ring jantung.

“Nah misalnya pemasangan ring jantung itu hanya di dokter 1 itu satu, tapi di dokter lain itu lebih dari satu sehingga tidak ada manfaatnya. Ataupun tidak bisa digunakan cukup dengan satu saja gitu.”

Karena merasa keberatan, pasien kemudian membuat laporan ke polisi.

“Nah, itu yang pasien merasa keberatan dan melaporkan. Ini kan semua juga harus didalami.”

Kombes Budi menegaskan kepolisian tetap menerima setiap laporan masyarakat, namun seluruh aduan harus melalui proses kajian lebih lanjut.

Duduk Perkara

Laporan dugaan malpraktik dokter ini dilayangkan seorang pasien sekaligus pemilik saham sebuah rumah sakit di wilayah Semanggi, Jakarta Selatan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini