Ringkasan Berita:
- Kebakaran melanda Asrama Polri Ciledug, Kota Tangerang, Kamis sore, menghanguskan puluhan rumah dan berdampak pada sekitar 40 KK.
- Api cepat membesar akibat permukiman padat dan angin kencang.
- Sebanyak 50 personel dan 15 unit damkar dikerahkan. Dugaan awal kebakaran akibat korsleting listrik, tanpa korban jiwa.
TRIBUNNEWS.COM - Kebakaran melanda kawasan Asrama Polri Ciledug di Jalan Bhayangkara, Sudimara Barat, Kota Tangerang, Kamis (16/4/2026) sore.
Peristiwa ini membuat warga sekitar panik setelah api terlihat cepat membesar dan melahap sejumlah rumah di lingkungan asrama.
Berdasarkan pantauan di lokasi, asap tebal masih terlihat membumbung tinggi dari bagian atap bangunan. Bau hangus yang menyengat juga tercium kuat di sekitar area kejadian, menandakan kebakaran cukup besar.
Sejumlah petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Hingga berita ini ditulis, petugas masih berjaga dan terus menyemprotkan air ke titik-titik api guna memastikan kobaran benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala. Akses jalan yang sempit membuat mobil pemadam kesulitan masuk ke area terdampak. Selain itu, kondisi angin yang cukup kencang diduga mempercepat penyebaran api ke bangunan lain di sekitarnya.
Seorang warga setempat, Arum (nama samaran), mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. “Tadi sekitar jam 16.00 WIB kebakarannya. Sekitar 10 menit kemudian damkar datang,” ujarnya di lokasi.
Ia menambahkan, api dengan cepat membesar dan merambat ke beberapa rumah di asrama. “Mobil damkar sempat kesulitan masuk, sementara anginnya juga kencang jadi cepat sekali menyebarnya,” katanya.
Selama proses pemadaman berlangsung, aliran listrik di kawasan tersebut turut dipadamkan demi menghindari risiko tambahan. Akibatnya, lingkungan sekitar sempat gelap saat petugas melakukan penanganan.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Belum ada keterangan resmi terkait kemungkinan korban jiwa maupun total kerugian akibat insiden tersebut. Petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan pendinginan di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam dan situasi aman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang langsung mengerahkan 50 personel dan 15 unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan si jago merah.
Petugas gabungan dikerahkan dari berbagai pos, termasuk Mako, UPT Ciledug, UPT Batuceper, Pos Pinang, hingga bantuan dari Pos Joglo, Jakarta Barat.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Tangerang, Sarpa Wasesa, mengungkapkan bahwa sekitar 40 KK terdampak dalam insiden tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa.
“Yang kami ketahui jumlah KK sekitar 40-an. Untuk penyebab awal belum teridentifikasi, dugaan sementara akibat korsleting listrik,” ujarnya.
Baca tanpa iklan