Dilansir TribunnewsBogor.com, taksi itu mogok di JPL 85 Bekasi menyebabkan KRL KA 5181 menabraknya.
Taksi yang tertemper KRL pun sempat bergerak beberapa meter setelah ditabrak.
Insiden tersebut menyebabkan KRL lainnya tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Taksi tertemper KRL tersebut juga menyebabkan gangguan pada sistem persinyalan atau gangguan operasional.
Akibatnya, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasarturi tetap melaju kencang sehingga menabrak KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Gerbong KA Argo Bromo menerobos masuk ke gerbong KRL di bagian belakang dan gerbong wanita.
7 Korban Meninggal
Hingga pagi ini, Selasa (28/4/2026), jumlah korban tewas kecelakaan kereta bertambah jadi tujuh orang.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) pagi.
"Update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dirawat 81 orang," katanya.
Baca tanpa iklan