TRIBUNNEWS.COM - Pengamat transportasi dan kebijakan publik, Agus Pambagio, meminta agar Direktur Prasarana dan Sarana PT Kereta Api Indonesia (KAI) dipisah, usai terjadi kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Kecelakaan ini terjadi diduga bermula dari adanya taksi berwarna hijau yang tertabrak KRL di perlintasan kereta.
Setelah berhasil dievakuasi, kemudian terjadi tabrakan kedua melibatkan KRL tujuan Jakarta-Cikarang yang sedang berhenti di Bekasi Timur dan pada saat yang bersamaan KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut.
Karena hal inilah, menurut Agus, seharusnya Direktur Prasarana dan Sarana KAI itu harus dipisah, karena merupakan dua pekerjaan berat.
Adapun, tugas dari Direktur Prasarana dan Sarana adalah bertanggung jawab atas keandalan seluruh aset fisik pendukung operasional kereta api, mulai dari armada (sarana) hingga infrastruktur jalur dan stasiun (prasarana).
"Sudah lama kami mengatakan bahwa Direktur Prasarana dan Sarana itu harus dipisah karena pekerjaannya berat. Dua pekerjaan berat dijadikan satu, sehingga pengawasan untuk keselamatan perjalanannya pastinya berkurang," ungkap Agus kepada Tribunnews dalam wawancara eksklusif On Focus, Selasa (28/4/2026).
Agus mengatakan bahwa hal ini sebenarnya sudah disampaikan sejak lama, tetapi belum ada tindak lanjut dari KAI sendiri.
"Nah ini sudah zaman dirut yang lama kita sampaikan, tapi sampai hari ini belum, masih disatukan," ucapnya.
Menurut Agus, perkara ini juga harus menjadi salah satu hal yang diselidiki oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Itu adalah salah satu lubang yang harus ikut diselidiki oleh KNKT," tegasnya.
Sementara itu, dari pihak KNKT sendiri sebelumnya telah turun tangan untuk melakukan investigasi terkait penyebab kecelakaan kereta tersebut.
Baca juga: KNKT Investigasi Insiden Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur, Bakal Ungkap Penyebab Kecelakaan
Untuk jumlah korban tewas, hingga pagi hari tadi tercatat mencapai 14 orang.
"Update 08.45 WIB, korban meninggal dunia 14, korban luka 84 orang," ujar VP Corporate Communication PT KAI, Anne Purba dalam pernyataannya, Selasa.
Untuk 84 korban luka-luka saat ini dibawa ke beberapa rumah sakit di Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bhakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Baca tanpa iklan