Ia mengungkapkan bahwa seluruh jenazah yang diterima berjenis kelamin perempuan.
Hingga saat ini, tujuh keluarga korban telah melapor ke Posko Antemortem untuk memberikan data terkait anggota keluarga yang hilang.
Menurut Prima, proses identifikasi dilakukan dengan metode pencocokan data antemortem dari pihak keluarga dengan data postmortem yang diperoleh dari jenazah.
Proses ini melibatkan tim gabungan dari Pusident Polri, Polda Metro Jaya, Polres, hingga Mabes Polri.
Ia menjelaskan, setelah seluruh data terkumpul, tim akan melakukan rekonsiliasi guna memastikan kecocokan sebelum identitas korban diumumkan secara resmi.
Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke Posko Antemortem.
Keluarga diminta membawa data pendukung seperti foto korban (terutama yang memperlihatkan kondisi gigi), identitas diri, ijazah, maupun dokumen lain yang memuat data sidik jari.
Dalam prosesnya, tim menemukan sejumlah kendala, terutama pada beberapa jenazah yang belum dapat langsung teridentifikasi saat pemeriksaan awal.
Hal tersebut disebabkan kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Meski demikian, secara umum kondisi jenazah dinilai masih memungkinkan untuk dilakukan proses identifikasi secara menyeluruh.
Pihak RS Bhayangkara memastikan hasil identifikasi akan segera diumumkan setelah seluruh tahapan pencocokan data selesai dilakukan.
Baca tanpa iklan