News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Lintasan Bekasi–Cikarang Masih Dibatasi Usai Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL

Penulis: Abdi Ryanda Shakti
Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • PT KAI masih membatasi perjalanan KRL hingga Stasiun Bekasi usai kecelakaan maut di Bekasi Timur. 
  • Sebanyak 15 orang tewas dan 76 luka-luka. 
  • Proses evakuasi dan identifikasi korban masih berlangsung sebelum operasional kembali normal

TRIBUNNEWS.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih membatasi operasional lintasan Bekasi–Cikarang pasca kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 15 orang.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan hingga Rabu (29/4/2026) pagi, perjalanan KRL baru dapat beroperasi sampai Stasiun Bekasi.

“Perjalanan KRL masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi,” ujar Anne dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan, pembatasan dilakukan karena proses evakuasi di lokasi kejadian masih berlangsung dengan mengedepankan aspek keselamatan. Operasional penuh belum dapat dibuka sebelum kondisi dinyatakan aman.

“Tim di lapangan terus melakukan evakuasi dengan kehati-hatian. Kami memastikan perjalanan hanya akan dijalankan setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” tuturnya.

KAI menargetkan layanan dapat pulih secara bertahap pada siang hari, termasuk untuk lintas Bekasi–Cikarang. Namun, hal itu bergantung pada progres penanganan di lapangan.

Di sisi lain, KAI menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan serta belasungkawa kepada seluruh korban terdampak tragedi tersebut.

Baca juga: Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Duka Anies Baswedan: Terlalu Mahal jika Tak Dijadikan Pelajaran

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia hingga Selasa (28/4/2026) siang mencapai 15 orang, dengan total korban luka dan meninggal sebanyak 91 orang.

Korban meninggal tersebar di sejumlah rumah sakit, di antaranya RS Polri, RSUD Bekasi, RS Bela, dan RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. Sedangkan korban luka tercatat sebanyak 76 orang.

Proses identifikasi korban masih dilakukan oleh tim gabungan di RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri. Kepala RS Bhayangkara, Prima Heru Yulihartono, menyebut pihaknya telah menerima 10 kantong jenazah sejak Selasa dini hari.

Ia menjelaskan, identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem dari keluarga dengan data postmortem korban. Hingga kini, tujuh keluarga telah melapor ke posko antemortem.

“Setelah seluruh data terkumpul, tim akan melakukan rekonsiliasi untuk memastikan kecocokan sebelum identitas diumumkan,” ujarnya.

Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor dengan membawa data pendukung seperti foto, identitas diri, dan dokumen lain.

Meski terdapat kendala dalam identifikasi beberapa jenazah, pihak RS memastikan proses akan terus dilakukan secara menyeluruh hingga seluruh korban dapat teridentifikasi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini