News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Menhub Sakit, DPR Tunda Bahas Tragedi Kereta Bekasi Timur yang Tewaskan 16 Orang

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRAGEDI BEKASI TIMUR — Suasana rapat kerja (Raker) dan rapat dengar pendapat (RDP) terkait penjelasan pemerintah mengenai kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur di Komisi V DPR RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Rapat ditunda setelah Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berhalangan hadir karena sakit, sementara investigasi KNKT masih berlangsung.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Komisi V DPR RI menunda rapat kerja (Raker) dan rapat dengar pendapat (RDP) terkait penjelasan pemerintah mengenai tragedi tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (13/5/2026).

Penundaan dilakukan setelah Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi tidak dapat hadir karena sakit.

Beberapa pejabat kementerian dan aparat penegak hukum telah hadir di ruang rapat Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Namun, rapat akhirnya ditunda setelah Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berhalangan hadir karena sakit.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan kehadiran Menteri Perhubungan menjadi bagian penting dalam pembahasan tragedi tersebut.

"Karena ini bagian tidak terpisahkan kehadiran Menteri Perhubungan dan menurut teman-teman tadi, kita setujui usul Pak Menteri Perhubungan permohonan penjadwalan ulang, penjadwalan kembali rapat dengan Komisi V DPR RI dengan maksud belum ada kesimpulan dari KNKT terhadap kecelakaan ini," kata Lasarus saat memimpin rapat.

Lasarus menyebut pihaknya telah menerima surat resmi permohonan penjadwalan ulang dari Menhub Dudy Purwagandhi.

Mayoritas anggota Komisi V DPR RI menyetujui penundaan rapat tersebut.

Selain Menhub berhalangan hadir, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga belum mengeluarkan kesimpulan akhir terkait penyebab kecelakaan maut di Bekasi Timur.

Baca juga: Reaksi Muzani Digugat ke PN Jakpus Imbas Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar

 
Hening Cipta untuk Korban

EVAKUASI KORBAN - Konidisi kereta yang bertabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Sebelum rapat ditutup, Lasarus mengajak seluruh peserta rapat menundukkan kepala dan mendoakan korban kecelakaan transportasi, termasuk tragedi kereta api di Bekasi Timur dan kecelakaan bus di Sumatera Selatan.

"Maka sebagai orang beriman, mari kita hening sejenak, seraya menundukkan kepala berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan kita masing-masing. Semoga yang meninggal arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, dosanya diampuni, dan bagi yang sedang dalam proses pemulihan segera dapat disembuhkan," ujarnya.

Lasarus juga meminta maaf kepada mitra kerja yang sudah hadir namun pembahasan belum dapat dilanjutkan.

Beberapa pejabat yang hadir di lokasi di antaranya Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Suntana, serta perwakilan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

"Kami menyampaikan permohonan maaf, rapat ini belum bisa dilanjut dan terima kasih atas kehadirannya sudah hadir di ruang rapat Komisi V DPR RI ini dan atas ketidaknyamanan ini kami mohon maaf ya sebesar-besarnya maka rapat ini saya nyatakan selesai dan ditutup," imbuhnya.

Baca juga: Status Sopir Taksi Hijau dalam Kecelakaan KA Bekasi Timur Masih Saksi, Manajemen Green SM Diperiksa

 
Kronologi Tragedi Bekasi Timur

Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini