News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hari Buruh

Polda Metro Masih Dalami Aktor di Balik Kelompok Ricuh Demo May Day

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

AKSI HARI BURUH - Satgas Gakkum Polda Metro Jaya masih meneliti sejumlah barang yang ditemukan, termasuk selebaran dan dugaan rencana aksi terkait aksi demo Hari Buruh, Jumat (1/5/2026). Foto pengunjuk rasa mengikuti aksi memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di depan gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (1/5/2026). Pada aksinya mereka menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourching, dan penolakan upah murah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya masih terus mengusut ricuh demo yang diakibatkan kelompok pengganggu kamtibmas.

Ricuh itu terjadi saat aksi peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026.

Baca juga: ​Polisi Usut Aktor Intelektual dan Pendana 101 Penyusup yang Hendak Merusuh Saat Demo May Day di DPR

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan pendalaman masih terus dilakukan.

Menurutnya, Satgas Gakkum Polda Metro Jaya masih meneliti sejumlah barang yang ditemukan, termasuk selebaran dan dugaan rencana aksi.

"Barang yang ditemukan, termasuk selebaran dan rencana aksi, masih didalami Satgas Gakkum. Pendalaman ini untuk melihat keterkaitannya dengan kelompok yang mencoba mengganggu kamtibmas," ujarnya dalam keterangan Minggu (3/5/2026).

 

 

Kombes Budi mengatakan, pendalaman dilakukan secara profesional dan terukur. 

Ia juga meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum proses pendalaman selesai.

"Kami mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi dan menunggu hasil pendalaman secara utuh. Polda Metro Jaya tetap berkomitmen menjaga situasi Jakarta aman, tertib, dan kondusif," tuturnya.

Ia menambahkan, Polda Metro Jaya menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. 

Penyampaian aspirasi tetap berjalan hingga pukul 17.30 WIB di depan DPR MPR terdiri dari gabungan elemen Buruh dan mahasiswa.

"Penyampaian pendapat adalah hak warga negara, tetapi harus dilakukan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab," ujarnya. 

Adapun sebanyak 101 orang sempat dimintai keterangan pada Jumat (1/5/2026) malam.

Mereka kini sudah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini