TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Andes (45), adalah satu dari ratusan warga yang kehilangan harta bendanya imbas insiden kebakaran hebat di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam.
Saat ditemui, Selasa (2/6/2026), Andes sedang duduk di depan rumahnya yang sudah hangus dan porak-poranda.
Rumah Andes ukan hanya difungsikan sebagai tempat tinggal, tapi juga dijadikan warung sembako, yang dikenal oleh warga sekitar dengan sebutan 'Warung Makassar'.
Ia menjelaskan, rumah tersebut sejatinya berlantai dua, dimana lantai bagian bawah untuk warung dan lantai dua sebagai tempat tinggal bersama lima anggota keluarganya yang lain.
Andes juga memiliki gudang untuk menyimpan barang-barang dagangan, yang didominasi produk air minum kemasan. Gudang itu berada persis di seberang rumahnya.
Sementara itu, kata Andes, ada plastik yang difungsikan seperti kanopi diantara rumahnya dan gudang, sehingga tercipta suasana teduh di jalan yang kerap dilalui warga.
Namun, saat ini suasana itu tak lagi ada. Hanya reruntuhan tembok, rolling door warung dan beberapa barang dagangan yang hangus.
Beruntungnya, bangunan yang dijadikan gudang tak ikut terlahap si jago merah. Menurut Andes, barang-barang dagang yang masih tersisa di gudang masih dapat menunjang perekonomiannya pasca-kebakaran.
"Iya di sini adem dan warga suka kumpul. Pas kejadian lagi ramai-ramai warga di sini. Enggak lama orang teriak 'kebakaran'," kata Andes, kepada Tribunnews.com, Selasa.
Saat kebakaran berlangsung, Andes mengatakan, hal utama yang diselamatkan adalah para anggota keluarga.
Hampir semua harta benda di rumah sekaligus warung itu hangus tak bersisa. Bahkan, pakaian sekalipun tak sempat terselamatkan hingga hanya menyisakan pakaian yang dikenakannya sejak Senin malam hingga saat ditemui, Selasa siang.
Pria yang saat ditemui mengenakan kemeja putih bermotif kotak-kotak itu menyebut, dia hanya berhasil menyelamatkan sebagian dokumen berharga dan dua unit motor.
"Ludes, enggak ada sisa, bahkan (sisa) baju (yang dikenakan) ini aja, enggak ada yang lain. Enggak sempat menyelamatkan barang-barang," ucapnya.
"Yang penting keluarga sudah keluar semua, udah, aku enggak pikirkan yang lain," tambah Andes.
Andes mengaku langsung menutup warungnya seketika api membesar. Hal itu dilakukannya karena dia mengaku tidak rela membiarkan barang dagangannya dicuri orang.
Baca tanpa iklan