News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga BBM Naik

Pendemo Bawa Poster Candaan Bertuliskan 'Tutorial Menggulingkan Prabowo-Gibran', Ini Maksudnya

Penulis: Abdi Ryanda Shakti
Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah mahasiswa di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat akibat diblokade aparat kepolisian pada Jumat (12/6/2026) sore.

Pantauan wartawan Tribunnews.com di lokasi, selain mahasiswa, ada juga warga lain hingga pengemudi ojek online (ojol) yang ikut bergabung.

Mereka terlihat membawa sejumlah atribut mulai dari bendera dan organisasi mahasiswa hingga poster-poster yang berisikan sindiran ejekan sarkas kepada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Misalnya poster sarkas yang bertuliskan 'Tutorial menggulingkan Prabowo'.

Namun kata menggulingkan dalam hal ini bukan merupakan arti yang sebenarnya. Melainkan hanya gambar guling dengan sarung bergambar Prabowo-Gibran.

AKSI DEMO - Sejumlah massa aksi demo membawa sejumlah atribut seperti poster yang berisikan kritikan untuk pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Selain itu, terlihat pula poster lainnya yang berisi gambar sebuah kardus berfoto Prabowo-Gibran. Dalam poster itu bertuliskan 'Ya Allah mau retur (se)paket ini'.

Kemudian, ada pula karakter kartun Presiden Prabowo yang bertuliskan "Gemoy buat kamera, gawat buat rakyat".

Tak hanya itu, ada juga spanduk yang mengajak kepada para pengendara untuk membunyikan klakson jika sudah tidak suka dengan pemerintah.

Merespon spanduk itu, suasana pun menjadi ricuh akibat suara klakson yang saling bergantian dari sepeda motor dan mobil yang melintas ke arah Senayan.

Tuntutan Mahasiswa

Sebelumnya, sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek bakal menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Aksi tersebut merupakan hasil konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang digelar di Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (10/6/2026) malam.

Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) Symphati Dimas mengatakan aksi tersebut digelar sebagai bentuk respons terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Dia menyebut mahasiswa memandang Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan serius yang belum mendapatkan solusi memadai dari pemerintah.

"Indonesia adalah negara yang kaya, namun rakyatnya belum sejahtera. Indonesia negara besar, tapi masih banyak rakyat yang belum terbebas dari rasa lapar," ujarnya.

Dimas menjelaskan, konsolidasi yang digelar sebelumnya diikuti sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini