Ringkasan Berita:
- Sejumlah mahasiswa dan organisasi masyarakat berencana menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran HI Jakarta.
- Hingga siang hari, massa belum tiba, sementara aparat kepolisian telah bersiaga penuh.
- Aksi tersebut membawa isu ekonomi dan melibatkan berbagai organisasi mahasiswa serta masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah elemen mulai dari mahasiswa hingga organisasi masyarakat akan kembali menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Senin (15/6/2026).
Pantauan wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti, Bundaran HI yang akan menjadi titik demo masih normal belum terlihat massa aksi hingga pukul 14.24 WIB.
Meski begitu, polisi sudah berjaga tepatnya di Pospol Bundaran HI dengan menyiagakan sejumlah kendaraan mulai dari sepeda motor trail hingga truk Brimob Polda Metro Jaya.
Selain itu, aparat kepolisian disebar di sejumlah titik salah satunya di depan gedung Thamrin Nine, di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat atau 450 meter dari Bundaran HI.
Terlihat puluhan anggota Brimob Polda Metro Jaya sudah bersiaga di lokasi yang menjadi titik blokade massa saat aksi unjuk rasa dari BEM UI pada Jumat (12/6/2026) sebelumnya.
Anggota Brimob itu terlihat membangun sejumlah tenda untuk berteduh sambil menunggu jika ada pergerakan massa yang akan ke kawasan Bundaran HI.
Arus lalu lintas di depan Gedung Thamrin Nine sendiri masih terlihat lancar karena belum ada massa aksi yang berada di lokasi.
Dari informasi yang ada, massa aksi masih tertahan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan tepatnya di dekat Bendungan Hilir (Benhil).
Untuk informasi, sejumlah elemen massa akan kembali menggelar aksi demonstrasi terkait beberapa keluhan warga soal ekonomi pada Senin (15/6/2026).
Adapun dari informasi yang dihimpun, massa tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis yang berisi Front Mahasiswa Nasional (FMN), GMNI hingga sejumlah organisasi lainnya.
Mereka akan menggelar aksi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Selain itu, aksi demo juga akan dilakukan oleh elemen mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK).
Baca juga: Jelang Demonstrasi Mahasiswa UBK, Polisi Siapkan Barikade Besi di Jalan Medan Merdeka Selatan Jakpus
Adapun mereka membawa sejumlah tuntutan yakni di antaranya:
11 Tuntutan Mendesak
- Hentikan kenaikan harga BBM dan harga bahan pokok rakyat.
- Segera perbaiki pelemahan nilai tukar rupiah.
- Hentikan program MBG dan koperasi desa/kelurahan merah putih yang sarat KKN.
- Hentikan gelombang PHK massal yang mengancam kesejahteraan buruh.
- Cabut UU Polri.
- Hentikan pembangunan batalion teritorial TNI.
- Perbaiki defisit APBN dan hentikan pemborosan anggaran pertahanan serta keamanan.
- Naikkan upah untuk kesejahteraan guru honorer secara layak.
- Tolak sekolah rakyat, alokasikan dana pendidikan sesuai amanat konstitusi (mandatory spending 20 persen), dan pemerataan akses di daerah 3T.
- Transparansi BPI Danantara dan buka mekanisme pelaksanaannya secara gamblang kepada publik.
- Copot menteri keuangan, menko perekonomian, dan menteri ESDM atas kegagalan stabilitas sektornya.
Baca juga: Demonstrasi mahasiswa berlanjut di Jakarta, Bandung, dan kota-kota lain
Selain itu, aliansi ini juga menyuarakan 9 tuntutan umum yang meliputi isu agraria, pendidikan, hak asasi manusia, dan demokrasi, yakni:
- Hentikan penggusuran dan perampasan tanah di perkotaan maupun pedesaan.
- Hentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang rakus tanah.
- Mendukung penuh rakyat Papua dalam menentukan hak atas tanah dan nasibnya sendiri.
- Hentikan percepatan PTN-BH, kenaikan biaya pendidikan, dan jamin pendidikan yang ilmiah serta demokratis.
- Naikkan upah buruh berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL).
- Hentikan segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi terhadap aktivis dan pejuang HAM.
- Hentikan militerisasi dan tegakkan supremasi sipil.
- Hentikan kekerasan terhadap kaum perempuan, lawan budaya feodal-patriarkal.
- Wujudkan industri nasional yang berbasis pada reforma agraria sejati.
Baca tanpa iklan