TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Patah tumbuh hilang
berganti menjadi adagium yang disukai Mabes Polri saat ini. Setidaknya
terlihat dari kasus per kasus yang dijeratkan kepada Komjen Pol Susno
Duadji. Bermula dari dugaan terima suap Sjahril Djohan, anggaran
pengamanan pilgub Jabar, sampai Johny Situwanda.
Bagaimana
Susno melihat ini? Kepada Tribunnews.com, Jumat (4/6/2010), Presidium
Indonesia Police Wacth Neta S. Pane mengungkapkan bahwa Polri akan
menanggung malunya sendiri. Apa yang diucapkan Neta adalah yang
ditangkapnya dari ucapan Susno selama salat Jumat di masjid Mako Brimob.
"Polri
aneh dan akan malu sendiri. Karena Polri tidak mempunyai bukti soal
kasus anggaran pengamanan pilgub Jabar, juga dengan Jhonny Situwanda,"
ujar Susno yang ditirukan Neta selama ngobrol sepanjang jalan, dari
masjid Mako ke sel Susno di blok B-4.
Kepada Neta, Susno
mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Johny hanya sebatas transaksi
perdata. Ia juga mengaku pernah jual beli mobil bersama Johny, yang oleh
Mabes Polri ditetapkan buron menyusul absen selama tiga kali dipanggil
untuk dimintai keterangannya.
Tidak ada obrolan yang berarti
antara Neta dan Susno. Neta mengatakan pertemuannya dengan mantan
Kapolda Jawa Barat tersebut lebih pada obrolan kekeluargaan sifatnya.
Terkait begitu banyak kasus, Susno hanya heran, Edmon Ilyas dan Raja
Erizman dengan statusnya terperiksa, tak kunjung ada tindaklanjutanya
oleh Polri.
Hal lainnya, yang disayangkan Susno, Lembaga
Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), seperti tidak ada geregetnya.
Padahal memiliki wewenang, tapi tak bisa berbuat apa-apa.
"Tadi enggak
ngobrolin soal perkara. Seharusnya LPSK punya wewenang lindungi Susno
karena sudah membongkar kasus," katanya.
Susno: Polri Akan Malu Sendiri
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan