TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA- Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS, Anis Matta menganggap bila
pengajuan dana Rp 1 miliar per desa tidak rasional, soalnya dana
tersebut akan lebih besar daripada anggaran Rp 15 miliar per anggota
DPR yang diusulkan sebelumnya.
"Saya kira kasusnya sangat besar,
justru dana ini akan lebih besar dan ini akan naik lagi karena akan ada
pemekaran desa. Saya rasa ini tidak rasional saja," kata Anis saat
ditemui di Gedung Nusantara III, DPR RI, Jakarta, Kamis (10/6/2010).
Menurut
wakil ketua DPR RI ini untuk usulan ini sebenarnya harus melalui
kajian yang sangat mendalam karena tujuannya untuk membantu masyarakat
kita.
"Tapi jangan selalu membeban hal tersebut pada negara. Karena
dengan dana Rp 1 miliar per desa itu berada di luar kemampuan negara.
Usulan itu tidak rasional," katanya lagi
Kata Anis, ia tidak
mengetahui apa sebenarnya motif usulan tersebut. "Seperti kita ketahui,
20 persen anggaran kita sudah diplot untuk pendidikan, APBN kita kecil.
Seharusnya bagaimana kta memperbesar volume anggaran kita, bukan hanya
memikirkan bagaimana anggaran itu dikeluarkan," terangnya.
Adanya
pernyataan dari seorang ketua DPP Golkar yang mengatakan akan keluar
dari setgab, Anis mengatakan itu bukan sikap resmi Partai Golkar.
"Biarkan saja debat anggaran ini berjalan terus supaya masyarakat
tahu. Justru saya rasa ini debat anggaran untuk diketahui publik,
selama ini kita selalu menggombor-gemborkan masalah pengawasan. Tapi
masalah legislasi dan anggaran ini jarang diketahui publik. Usulan ini
bagus. Tapi tidak perlu disikapi secara emosional," papar Anis.
PKS: Dana Rp 1 Miliar Per Desa Tidak Rasional
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan