TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA -- Meninggalnya wartawan yang juga Kepala Biro Kompas Kalimantan, Muhammad Syaifullah membuat kaget wartawan dan kolega almarhum di Kalteng, Senin (26/7/2010). Mereka seakan tak percaya kabar mengejutkan tersebut.
Kalteng memang bukan daerah asing bagi Syaifullah atau kerap disapa FUL. Dia sudah sering turun membantu rekannya untuk melakukan liputan penting hingga ke pelosok-pelosok Kalteng.
Terakhir, FUL yang kesehariannya masih kental logat Kandangan, HSS itu meliput pelaksanaan pemilu kepala daerah Provinsi Kalteng di Palangkaraya. Bersama salah seorang rekannya, FUL berkeliling memantau langsung pelaksanaan pemilukada, termasuk mewawancari Gubernur Agustin Teras Narang dan H Achmad Diran, incumbent yang kembali terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng.
Sejumlah aktivis lingkungan di Kalteng juga sangat kaget atas kepergian FUL. Sebagai mitra dan sahabat, mereka sangat kehilangan sosok wartawan yang peduli terhadap lingkungan.
Direktur Eksekutif Save Our Borneo, Nordin dan Direktur Eksekutif Walhi Kalteng, Arie Rompas bahkan tampak tak percaya. Mereka langsung menelpon kenalan mereka untuk mencari kebenaran kabar tersebut.
Belum lama ini FUL bersama rekannya juga sering ke Kalteng. Dia beberapa kali melakukan wawancara dengan sejumlah narasumber, termasuk dengan Nordin, terkait masalah dampak pertambangan dan perkebunan terhadap lingkungan Kalteng. Selamat jalan bang FUL, semoga engkau mendapat tempat yang mulia di sisi-Nya. (noorjani aseran)
Wartawan dan Aktivis Lingkungan Kalteng Berduka
Editor: Tjatur Wisanggeni
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan