News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penganiayaan Aktivis ICW

Polri Minta Maaf Belum Berhasil Ungkap Penyerang Tama

Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tama saat meminta perlindungan LPSK.

Laporan wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Kepolisian Republik Indonesia meminta maaf jika hingga kini belum berhasil mengungkap identitas pelaku penyerangan terhadap aktivis Indonesia Corruption Wacth (ICW) danĀ  kantor Majalah Tempo dengan bom molotov.

"Penyidik kita masih bekerja keras, kalau belum tuntas kami minta maaf kepada masyarakat karena ada beberapa kendala yang dihadapi," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/7/2010).

Untuk kasus penyerangan dengan bom molotov ke Kantor Majalah Tempo,
menurut Edward, penyidik sudah memeriksa tujuh saksi.

"Empat dari internal Tempo, tiga dari eksternal," ujarnya. Polri membantah jika pemeriksaan terhadap empat orang pihak internal Tempo sebagai bentuk intimidasi kepolisian terhadap Tempo.

"Itu sebagai kroscek saksi di dalam mendengar bom dan kendaraan lewat, tapi saksi di luar bilang tidak lihat siapa-siapa. Hanya dengar suara bom," tuturnya. Selain itu, penyidik juga sudah melakukan pendalaman dan olah TKP berulang-ulang.

"Itu sebagai barang bukti mati yang dapat bercerita banyak objek yang
meledak, melekat di dinding dan meninggalkan jelaga. Untuk meyakinkan
bagaimana (bom molotov) itu dilempar, dari sudut mana, jarak berapa
atau justru tidak dilempar? Penyidik sudah melakukan beberapa kali pra rekonstruksi, termasuk meminta rekaman CCTV yang ternyata saat itu mati," jelasnya.

Sedangkan untuk penyelidikan terkait penyerangan Tama, penyidik,
menurut Edward, masih perlu melakukan pemeriksaan ulang terhadap Tama.

"Pemeriksaan siang ini, untuk meminta tanggapan terhadap data-data
baru yang ditemukan. Itu rangkaian penyelidikan yang dilakukan, dari
visum, olah TKP, dan memeriksa kejadian hubungan (analisis pola
komunikasi) sebelum, sesaat, dan setelah kejadian," ucapnya.

AKBP S? "Masih didalami. Dari peristiwanya memang diduga sudah
terencana dengan sangat baik," tutupnya. (Tribunnews.com/Roy)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini