News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

DPR Minta Dana Rumah Aspirasi Dinilai Berlebihan

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Iswidodo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LUNCURKAN BUKU- Penulis buku yang juga Anggota DPR dan mantan Anggota Pansus Bank Century Bambang Soesatyo (kanan) bersama Pengamat Ekonomi dan Tokoh Politik Rizal Ramli (dua kiri), dan Moderator Akivis Petisi 28 Haris Rusli saat peluncuran buku berjudul 'Skandal Gila Bank Century' di Coffee Doekoen, Jakarta Selatan, Minggu (11/4/2009).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Usulan dana rumah aspirasi yang diusulkan DPR ternyata mendapat kritik dan penolakan dari anggotanya sendiri. Bambang Soesatyo dari partai Golkar menilai DPR berlebihan jika usulan itu dikemukakan.

"Permintaan dana Rumah Aspirasi Rp 200 juta per-anggota terlalu berlebihan. Bagi saya,  hal itu sudah sepatutnya menjadi kewajiban anggota dan masing-masing parpol terhadap konstituennya tanpa membebani negara," tandas Bambang Soesatyo kepada tribunnews.com, Selasa (3/8).

Sikap penolakan juga disampaikan oleh Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Irgan Chairul Mahfiz. Dikatakan, secara resmi partainya menolak usulan dana untuk rumah aspirasi.

"PPP tegas menolak rencana anggaran Rumah Aspirasi Rp 200 juta per tahun. Karena, anggaran Rumah Aspirasi tersebut, jelas akan membebani APBN dan pemanfaatannya tidak efektif serta tidak efisien," tandas Irgan.

"Tidak efektif,  saat rakyat masih membutuhkan perhatian dan peningkatab kesejahteraan," tambahnya.

PPP, kata Irgan, mengoptimalkan kantor atau sekertariat partai yang ada. Sehingga pertemuan komunikasi dan penyaluran aspirasi antara konsituen atau anggota masyarakat dengan anggota DPR, akan lebih terarah dan efektif. (tribunnews/yat)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini