TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menilai,
prinsip politik luar negeri Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono yaitu
semua sahabat dan tidak ada lawan, tidak bedanya dengan prinsip seorang
pedagang.
"Aslinya itu merupakan bahasa pedagang," tutur JK ketika mengutarakan
pendapatnya atas kebijakan Pemerintah yang melakukan "tukar guling" tiga
pejabat KKP Indonesia, dengan tujuh orang nelayan asal Malaysia, dalam
acara "Indonesia Incoporated", Kepemimpinan Politik yang Menggerakan
Kemandirian Bangsa, di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta, Kamis
(19/8/2010) sore.
Menurutnya, prinsip politik luar negeri SBY tersebut tidak realistis,
karena hal itu malah justru bisa menjadi bumerang bagi kredibilitas
Indonesia di dunia luar.
"Apakah kita harus berpikir seperti itu, apa emang nggak harus tidak ada
lawan, itu paling susah. Apa kita harus berbaikan ketika tiga petugas
KKP kita ditangkap.
Kalau ingin baik dengan semua orang, menurut pengalaman, kita justru tidak dihargai, karena tidak punya pendirian," katanya.
Sebelumnya, Presiden SBY, melalui Juru Bicaranya, Julian A Pasha,
menyatakan bahwa Presiden SBY kalau menjadikan semua negara adalah teman
dan tidak ada lawan, namun tetap tidak akan berkompromi terhadap
kedaulatan negara.
JK: Prinsip Politik Luar Negeri SBY tidak Realistis
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan