TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - AKBP
Mardiani mengatakan tegas, sebagai seorang Bhayangkara secara tegas akan
menolak perintah atasannya yang tak baik, sekalipun itu Kabareskrim.
Jawaban itu dikatakannya berulang dua kali saat bersaksi untuk terdakwa
Kompol Mohd. Arafat Enanie.
"Saya pribadi saya tolak. Kalau itu
tidak benar saya akan menolak betul. Kalau kondisi umum saya tidak bisa
katakan," jawab Mardiani ketika ditanya Arafat, apakah saksi berani
menolak kalau mendapat perintah dari atasan, di Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2010).
Dalam kesaksiannya,
Mardiani mengaku tidak yakin kalau uang Rp 28 miliar itu milik Andi
Kosasih dalam kerjasamanya dengan Gayus. Tapi Mardiani mau mengetik
surat pembukaan blokir atas perintah atasannya tersebut, yakni Kanit VI
money laundring Kombes Pol Eko Budi Sampurno.
Mardiani
menjelaskan bahwa saat itu uang Gayus yang disita jaksa dan dihadirkan
di Pengadilan Negeri Tangerang hanya Rp 370 juta. Sementara sisanya yang
Rp 24 miliar tidak dijadikan barang bukti. Ini yang kemudian ditanyakan
Ketua majelis hakim Haswandi.
"Kenapa yang Rp 25 M tidak
diblokir? Apakah ini main-main, lalu disita, diblokir, atau mau
dibuka-buka? Kenapa itu?" tanya Haswandi. Namun Mardiani mengaku tidak
tahu menahu. Padahal, jaksa penuntut umum meminta uang sisanya juga
untuk dijadilan barang bukti.
Dikatakan Mardiani, ia juga sempat
menghadap Direktur II Ekonomis Khusus saat itu, Brigjen Pol Edmon Ilyas
dan ada atasannya yang lain Kanit III Kombes Pol Pambudi.
"Waktu itu di
ruangan Direktur Pak Edmon Ilyas. Kemudian kalau enggak salah ingat Pak
Edmon menanyakan proses pembukaan blokir. Lalu Pak Pambudi. Saya bilang
belum selesai," ceritanya.
Pertanyaan Arafat yang sama juga
dilontarkan kepada AKP Sri Sumartini yang lebih dulu bersaksi. Sumartini
dengan terang-terangan mengatakan tidak bisa menolak perintah atasan
apapun bentuknya. "Tidak bisa (menolak)," kata Sumartini.
Mardiani: Saya Tolak Perintah Atasan Tak Baik
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan