News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kerusuhan Buol

Korban Tewas Bertambah Jadi Tujuh Orang

Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Empat warga Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah ditangkap polisi terkait insiden penyerangan Polsek Biau oleh ribuan warga, Selasa (31/8/2010) malam.

Keempatnya diduga sebagai provokator aksi penyerangan tersebut. "Keempatnya sedang diperiksa," kata Kadiv Humas Polri, Brigjen Pol Iskandar Hasan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (2/9/2010).

Iskandar menambahkan, tim investigasi Polri dibawah pimpinan Wakapolri, Komjen Pol Jusuf Manggabarani yang langsung terjun ke lokasi menyelidiki insiden tersebut juga telah memeriksa Kapolsek Biau dan petugas jaga.

Kapolsek dan petugas jaga itu diperiksa untuk mengetahui kebenaran di balik tewasnya Kashmir, tahanan kasus tabrak lari, yang diduga menjadi pemicu ledakan amarah warga menyerang kantor Polsek.

Polri sendiri memastikan ada ulah provokator yang mendalangi aksi warga itu. Pemeriksaan terhadap keempat warga tersebut diharapkan bisa memberikan informasi untuk mengungkap identitas orang yang menjadi sentral penyebab aksi itu dapat terjadi.

Tim investigasi hingga kini masih belum mengetahui dari mana kelompok warga yang melakukan penyerangan itu berasal. "Ini yang sedang kita cari. Karena daerah ini juga bekas daerah konflik," katanya.

Dari investigasi tim, diketahui jumlah kiorban tewas akibat insiden itu bertambah menjadi tujuh orang. "Dua warga lainnya masih kritis dan 19 masih dirawat di rumah sakit setempat," tuturnya.

Aksi warga, menurut Iskandar, juga berlanjut pada Rabu (1/9/2010) malam sekitar pukul 21.00 dengan membakar rumah Wakapolres dan beberapa rumah anggota Polri. "Anggota ini kan ada juga yang tinggal di kampung. Jadi rumah anggota dan asrama (ikut terbakar)," pungkasnya. (Tribunnews.com/Roy)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini