Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Budayawan, Radhar Panca Dahana, mengatakan saat ini sudah saatnya masyarakat untuk menolak keberadaan Dewan Perwakilan Rakyat(DPR). Hal tersebut karena berbagai macam produknya sudah tidak memihak kepada rakyat.
"Saatnya semakin kuat untuk kita menolak parlemen produknya tidak memihak rakyat, "ujarnya saat acara diskusi Polemik bertajuk "Gedung Baru dan Nurani Yang HilangĀ " di Warung Daun, Jakarta, Sabtu(4/9/2010).
Adanya rencana pembangunan gedung baru DPR, proses pembuatan Undang-undang, dan lain sebagainya selalu diliputi oleh permainan uang. Radhar juga menjelaskan, fakta-fakta tersebut sama saja tidak berpihak kepada masyarakat luas.
"Banyak sekali kasusnya, yang katanya produknya merepresentasi publik,tapi sama sekali bukan representasi publik, tapi secara normatif, kultural, nilai-nilai yang dibanhgun masyarakat, parlemen tidak bisa melegitimasi wakil publik, " jelasnya.
Karena itulah, lanjut Radhar apabila telah muncul indikasi-indikasi tersebut, maka keabsahannya sudah hilang. "Jika tidak mewakili moral dan etika, keabsahannya berarti sudah hilang, " tandasnya.
Budayawan: Tolak Kehadiran DPR!
Editor: Widiyabuana Slay
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan