Laporan Wartawan Tribun Medan, Deny Sinuhaji
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri memastikan, enam orang pria yang diringkus Tim Detasemen Khusus 88 Anti-Teror dalam drama penggrebekan di tiga lokasi berbeda, Minggu (19/9), adalah pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Cabang Aksara, 18 Agustus lalu. Tiga dari enam tersangka tersebut berhasil diringkus hidup-hidup. Sedangkan tiga lainnya tewas saat dilakukan penangkapan.
"Kita sudah berhasil meringkusnya, dan tiga tewas di tempat," kata BHD dalam paparannya kepada wartawan di Mapolda Sumut, Senin (20/9/2010) malam.
Tersangka Dani alias Ajo dan Deni alias Yuwantoro ditembak mati karena melawan dan menggunakan ibu-ibu dan anak-anak warga setempat sebagai pagar hidup untuk melindungi diri. Seorang lainnya, Ridwan alias Iwan ditembak karena memiliki bahan peledak peledak jenis Trinitrotoluena (TNT) 1,5 Kg lengkap dengan rangkaiannya, dan sempat melakukan perlawanan.
Keenam tersangka yang diringkus adalah J alias S alias AA, kelahiran Sei Nagka Medan tahun 1979, warga Simpang tiga Leman, Simpang Kawat, Asahan. Tersangka KG alias AY, kelahiran Medan tahun 1964, warga Jl Bahagia Gg Sehat Desa Bunga Tanjung, Tanjung Balai. Dari tangan mereka disita 1 pistol warna perak, nomor seri lengkap, 1 magazen, satu pistol warna hitam kaliber 45, dan satu unit AK 56 beserta delapan butir peluru kaliber 45, enam butir peluru 9 mili dan lima butir peluru AK 56.
Selanjutnya D alias A warga Desa Batu Tiga Tanjung Balai, tertembak dan tewas di TKP Jl Bahagia Tanjung Balai. Y alias W alias Deni alias R kalahiran Nganjuk 1960 warga Desa Joyo Surat Pasar Kliwon, Solo, tewas di TKP Jl Bahagia Gg Sehat Tanjung Balai.
Selain itu di tempat berbeda juga diringkus M alias Wak Nong alias Wak Geng kelahiran Belawan tahun 1971 warga Dusun VI Pangkalan Agas Hamparan Perak, dan SS alias US kelahiran Medan 1989 warga Pondok Pasulo Serdang Bedagai. Dari tangan mereka disita 98 butir peluru kaliber 38 mili.
Petugas juga melakukan penggerebekan di Dusun Kota Rantang yakni R alias I. Tersangka tewas setelah tertembak di TKP. Dari tangannya polisi menyita satu batang TNT seberat 200 gram, bongkahan warna hitam dan bongkahan warna putih.
"Keenam tersangka ini adalah pelaku perampokan Bank CIMB Niaga," kata BHD.
Pada hari yang sama, lanjut dia, pihaknya juga menangkap 12 teroris lainnya yakni di Jalan Bilal yakni BKR alias A alias AJ alias I kelahiran Majalengka tahun 1975, warga Jl Dr Harun I Lk I, Kelurahan Kota Baru Bandar Lampung. AS alias S kelahiran Tanjung Karang tahun 1980 warga Jl Imam Bonjol, Kelurahan Gedong Air Bandar Lampung. K alias H kelahiran Medan tahun 1967, warga Jl Hasanuddin Hamparan Perak. Dari tangan mereka disita satu pistol buatan Pindad P1 nomor seri lengkap beserta 14 butir peluru 9 mm.
Dalam penggerebakan di Warnet Artanet di Jl Ngumban Surbakti, pihaknya meringkus AS alias G kelahiran Karang Anyer tahun 1985, warga Kelurahan Lorong, Karang Anyer Jawa Tengah. B alias B kelahiran Surabaya 1980 warga Desa Kalen Kecamatan Kedompreng, Lamongan Jawa Timur.
Pada jam yang sama juga ditangkap gembong teroris di Warnet Serasi Jl Djamin Ginting Medan yakni N alias N alias A Bangil warga Jawa Timur, dan S alias AI alias AM alias A kelahiran Magelang 1952 warga Jl Tembus Kecamatan Sawangan, Jawa Tengah.
Petugas juga menggerebek di Warnet Kendari, dalam penggerebakan itu diamankan FRA alias E alias P kelahiran Rumbai 1988 warga Jl Hibrida Kecamatan Mandau Bengkalis. FRA kelahiran Binjai 1985, warga Jl Panduan Stabat Langkat.
Hari yang sama Tim Densus juga melakukan penggerebekan di Bandar Lampung, dan menangkap W alias P (31) warga Jl Imam Bonjol, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, dan HK alias A alias AS kelahiran Tanjungkarang 1985 warga Jl Imam Bonjol, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung.
"Saya datang terkait kasus perampokan 18 Agustus lalu. Saya perlu sampaikan terbuka agar tidak ada simpangsiur informasi mengenai apa yang dilakukan Densus. Ini bukan intervensi yang dilakukan Mabes terhadap Polda Sumut," kata Bambang.
Menurutnya, pengejaran terhadap pelaku perampokan Bank CIMB Niaga tersebut karena kasus itu terkait kasus latihan militer di Cijanto, Aceh, beberapa waktu lalu. "Ini berkaitan dengan kasus terorisme dan masih terkait dengan jaringan di Bandung. Dan ini juga erat kaitannya dengan sejumlah kasus perampokan di Sumut, tidak hanya kasus CIMB Niaga," katanya.
Untuk kasus terorisme, kata dia, SOP-nya sudah ditangani Densus 88. Sementara untuk Pidana Umum dapat dilakukan oleh jajaran Polda Sumut. "Ini bukan kriminal murni, ini hanya rangkaian peristiwa terorisme yang berhasil diungkap Densus 88," katanya.
Dari rangkaian tugas yang dilakukan kelompok teroris ini di Sumut, kelompok ini telah melakukan serangkaian perampokan di antaranya perampokan Money Changer di Belawan, BRI di Amplas 13 Juli 2010 dan perampokan lainnya.
Menurut mantan Kapolda Sumut itu, kelompok ini juga sudah mempersiapkan aksinya dalam waktu dekat di BRI di Tanjung Balai, tiga showroom dan Bank BRI di Kisaran. "Semua ini dilakukan bersama kelompok-kelompok mereka di Sumut," katanya.
Dikatakannya, gembong ini juga tak cuma beraksi di Sumut, tetapi juga di Lampung. Hingga kini, tim terus mengejar 15 DPO lainnya. "Mereka sudah siap membeli senpi dan granat di Lampung. Mereka digerakkan Mustofa atau Abu Tholud. Dia sebenarnya divonis 8 tahun namun mendapat remisi, sudah keluar dan beraksi lagi. Dia masih DPO," katanya.
"Kasus ini tidak murni kriminal, sehingga penanganannya oleh Densus," imbuhnya.
Sementara Kapus Dok Kes Mabes Polri Brigjend dr Mussadeq mengatakan, pihaknya telah kedatangan tiga jenazah pada Minggu malam. Senin pagi kata dia, tim DVI dan ahli forensi FK USU melaksanakan otopsi dan sore sudah selesai. "Lalu proses identifikasi, kita sudah kumpulkan data primer dan sekunder berupa gigi, DNA, tinggi badan, warna kulit dan perkiraan umur serta properti yang dipakai ketiga jenazah," katanya.
Pihaknya akan membuat proses perbandingan jika nanti ada data pembanding dari pihak keluarga. "Karenanya kami imbau kepada keluarga korban agar segera datang," katanya.(*)
Perampok Jadikan Anak-anak Sebagai Pagar Hidup
Editor: Juang Naibaho
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan