News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Teroris Merampok Lagi

Polri Masih Dalami Hubungan Perampok Padang dengan Medan

Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TERSANGKA - Aparat kepolisian sedang menggotong seorang perampok yang berhasil dilumpuhkan dalam keadaan hidup saat baku tembak di Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan banuhampu, Kabupaten Agam, Sabtu (25/9/2010), saat dibawa Polres Bukittinggi.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Mabes Polri mengaku belum dapat memastikan keterkaitan antara kelompok perampok tiga ATM yang berada di kompleks Universitas Bung Hatta, Padang, dengan kelompok perampok Bank CIMB Niaga. Kepolisian masih mendalami keterkaitan antara keduanya.

"Masih dicocokkan," kata Kabid Penum Polri, Kombes Pol Marwoto Soeto kepada Tribunnews.com, Minggu (25/9/2010). Marwoto mengatakan, tak tertutup  kemungkinan kelompok pelaku perampok Padang merupakan jaringan kelompok perampok Bank CIMB Niaga Medan dan kelompok pelaku penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang yang masih dalam satu jaringan.

Pasalnya, Sumatera Barat merupakan salah satu jalur alternatif lokasi pelarian diri para tersangka perampok Medan yang kini menjadi buronan Polri itu.

Pada kesempatan itu, Marwoto menambahkan, hingga kini penyidik kepolisian juga masih mendalami keterkaitan antara dua senjata api jenis Barretta yang berhasil disita kepolisian dari tangan para perampok Padang dengan senjata api yang dimiliki kelompok pelaku Medan. Termasuk yang didalami adalah asal muasal senjata api
tersebut.

"Senjatanya masih diuji balistik," tuturnya. Selain itu, kepolisian pun masih memburu dua tersangka kawanan perampok lainnya yang berhasil lolos dari kejaran polisi, yakni Rat dan It, ke daerah Gunung
Singgalang.

Terkait para pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Medan dan penyerang Mapolsek Hamparan Perak, Marwoto mengatakan, hingga kini Polri juga masih terus memburu mereka.

Arah pengejaran, dikatakan Marwoto difokuskan ke daerah Aceh dan Sumatera Barat yang memungkinkan menjadi jalur pelarian para perampok.

"Bisa (kabur) ke Aceh, ke Padang juga gampang. Ke Aceh dari Sidikalang kan bisa, dari sana (Sidikalang) kan ke Aceh Timur (tembusnya), lewat Binjai juga bisa. Itu nanti ke Aceh Utara (akhir pelariannya)," jelasnya. (Tribunnews.com/roy)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini