TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos menyebutkan pembakaran masjid dan beberapa
rumah milik jemaat Ahmadiyah Cisalada, Ciampea Bogor merupakan bentuk
intoleransi dan kekerasan terhadap warga negara yang memiliki hak atas
rasa aman, hak untuk beragama, dan hak untuk beribadah.
SETARA Institute
mengecam keras tindakan anarkis massa puritan yang untuk kesekian
kalinya melakukan kekerasan. SETARA Institute berpendapat provokasi yang
dikembangkan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali yang berencana
membubarkan Ahmadiyah turut memicu aksi-aksi anarkis sebagaimana terjadi
di Cisalada.
"Terbukti, gagasan pembubaran itu bukan menenangkan umat
malah menjadi justifikasi politik bagi massa puritan untuk berlaku
anarkis," kata Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos, Sabtu (2/10/2010).
Menurutnya, Presiden SBY harus memberi teguran keras atas kinerja
kontraproduktif Menteri Agama ini. Mandat memberikan perlindungan
terhadap umat dan membangun kerukunan antar umat justru dikoyak untuk
memupuk kepentingan politik Menteri Agama mengakomodasi aspirasi
kelompok Islam puritan.
Menurutnya, keberulangan persekusi yang menimpa jemaat
Ahmadiyah terjadi karena aparat kepolisian tidak pernah menindak secara
hukum prilaku massa puritan yang secara nyata menyebarkan kebencian,
permusuhan, dan berbagai penyerangan terhadap jemaat Ahmadiyah.
SETARA Institute mendesak agar SBY
mengambil langkah memanggil Bupati Bogor untuk memberikan perlindungan
bagi jemaat Ahmadiyah dan memberikan ganti rugi dan kompensasi atas
pengrusakan terhadap tempat ibadah dan properti jemaat.
"SBY juga harus
memerintahkan Kapolri dan aparatnya untuk menindak secara hukum tindakan
kriminal warga," kata Tigor.
Setara Institute Kecam Kekerasan yang Menimpa Ahmadiyah
Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan