TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabar pencegatan kapal Global Freedom Flotilla oleh militer Israel menyisakan duka mendalam bagi keluarga dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.
Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Stevy Maradona menceritakan suasana haru saat berkomunikasi dengan pihak keluarga.
Baca juga: Detik-detik Mencekam Kapal Relawan Gaza Dicegat Israel, Ini Pesan Jurnalis Republika Pada Redaksi
Ibunda dari kedua jurnalis tersebut tak kuasa membendung air mata mendengar anak-anak mereka diculik oleh tentara zionis.
"Respons keluarga sedih tentu ya. Ibundanya, kedua ibundanya menangis. Mereka cuma pengen tahu kejelasan nasib anak saya seperti apa? Apakah anak saya sehat? Dan yang terpenting adalah di mana," ujar Stevy Maradona saat wawancara khusus dengan Tribunnews, Selasa (19/5/2026).
Hingga saat ini, pihak keluarga maupun redaksi belum mendapatkan kepastian apakah para relawan akan diturunkan di negara ketiga seperti Siprus dan Turki, atau justru dibawa masuk ke wilayah Israel untuk diproses secara hukum setempat.
Meski pihak keluarga diliputi kecemasan, Stevy meyakini bahwa Bambang alias Abeng dan Thoudy memiliki ketangguhan mental untuk menghadapi situasi sulit tersebut.
Pasalnya, sebelum diberangkatkan ke Turki pada 28 April lalu, keduanya telah mengikuti serangkaian pelatihan intensif.
"Saya rasa (fisik dan mental) siap ya, karena sejak dari perencanaan tahun lalu, keduanya menurut redaksi sudah siap secara mental menghadapi situasi apa pun," jelas Stevy.
Ia mencontohkan pengalaman flotilla sebelumnya, di mana para relawan biasanya didata dan kemudian dideportasi melalui pelabuhan terdekat.
Stevy berharap skenario yang sama terjadi pada rekan-rekannya.
"Kita belajar dari tahun lalu atau kejadian bulan April kemarin. Relawan didata, dimasukkan ke satu kapal, lalu dideportasi. Kita berharap situasinya seperti itu, mereka selamat dan tidak kurang satu apa pun," pungkasnya.
Momen Mencekam Kapal Israel Datang
Situasi mencekam dialami jurnalis Republika, Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai sebelum keduanya hilang kontak saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza, Senin (18/5/2026).
Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Stevy Maradona mengungkapkan bahwa hingga Selasa siang, komunikasi dengan kedua jurnalis tersebut masih terputus total atau "gelap gulita".
Baca tanpa iklan