Laporan Wartawan Tribunnews.com: Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda
Metro Jaya belum menemukan keterkaitan dua orang yang ditangkap di
Bandung, Jawa Barat karena diduga termasuk jaringan bom Kalimalang.
"Kabar dari siapa? tidak ada," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes
Pol Boy Rafli Amar ketika ditemui di ruangannya, Jakarta, Jumat
(08/10/2010).
Boy mengatakan hingga saat ini pihak Densus 88 yang
menangani kasus ledakan tersebut belum dapat meminta keterangan secara
menyeluruh dari Ahmad Bin Abu Ali, pelaku bom Kalimalang. Hal tersebut
dikarenakan omongan pelaku berubah-ubah.
"Kayaknya plin-plan, daya
ingatnya dinilai kurang akurat, sehingga dibutuhkan pemeriksaan
psikologi," imbuhnya.
Penyidik pun akhirnya melakukan tes
psikologi kepada Ahmad. Namun hasilnya belum dapat diketahui karena
masih menjalani pemeriksaan sampai keadaan Ahmad kembali normal. Luka
yang dialami Ahmad, kata Boy, mencapai 70 persen dan masih menjalani
perawatan intensif di RS. Polri.
Hingga saat ini pihak keluarga
belum ada yang mendatangi RS. Polri sehingga polisi masih kesulitan
mencari asal-usul Ahmad. "Mohon bila ada keluarga dari pelaku untuk
memberitahukan kepada kepolisian," ujarnya lagi.
Sebelumnya
diberitakan dua orang warga Bandung ditangkap Detasemen Khusus 88
antiteror Polri, Kamis (07/10/2010) sekitar pukul 17.30 WIB. Keduanya
adalah Ddn (48) dan And (43).
"Diduga keduanya terkait dengan pengebom
sepeda onthel di Bekasi, minggu lalu," ujar pengamat intelijen Dyno
Chresbon kepada Tribunnews.com, Kamis malam.
Polda Metro Nyatakan Pelaku Bom Kalimalang Plin-Plan
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan