News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Saatnya Sarjana Agama Jadi Anggota Densus 88

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SISIR WILAYAH- Anggota Densus 88 Anti Teror, bersama anggota Polda Jabar, dan Tim dari Mabes Polri, menyisir wilayah sekitar kontrakan milik Joko, yang didiami Fachri (tersangka teroris) bersama dua orang temannnya, Sabtu (7/8/2010) di Kampung Sukaluyu, RT 02 RW 12, Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Kabupaten Bandung.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Pada masa mendatang, diharapkan anggota dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri adalah seorang sarjana agama.

"Orang-orangnya perlu mempunyai kemampuan dakwah, ustad lah. Polisi tapi ustad. Memiliki level diplomat lah," ujar Kabid Pencegahan Mabes Polri, Kombes Pol Herwan Chaidir saat acara Halaqah Penanggulangan Terorisme di Kantor MUI, Jakarta, Sabtu (6/11/2010).

Hal tersebut dilakukan agar dapat mengimbangi kecerdasan daripada pelaku teroris.

"Kita kan menghadapi orang-orang cerdas semua. Kita menghadapi situasi begitu. Mereka melakukan perlawanan," jelasnya.

Lebih jauh Herwan mengatakan, dengan adanya perubahan struktur organisasi Polri sesuai dengan Keppres nomor 52 Tahun 2010. Tugas Densus 88 semakin berkembang dan berat lagi.

"Sekarang ini dengan ke depan kita ingin jangan sampai orang mengecap densus identik dengan kekerasan, masuk pintu pasti ada kaca pecah. Seolah-olah kasar," jelasnya.

Densus 88, lanjut Herwan harus mau merubah mindset seperti itu apabila imagenya mau berubah.

"Kita mau merubah mindset seperti itu. Selama ini kita sudah lakukan dengan pendekatan-pendekatan. Tapi kelompok-kelompok radikal setiap hari melatih dirinya, mencari dana, melakukan perekrutan juga, ingin memaksakan paham mereka. Mereka tidak segan-segan melakukan ihtialad," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini