Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Para pemimpin formal, mulai dari Presiden SBY, menteri, pimpinan parpol, seperti Andi Mallaranggeng, Aburizal Bakrie, Anas Urbaningrum, Muhaimin Iskandar, ramai-ramai rebutan panggung memanfaatkan momentum kebangkitan Timnas sepakbola Indonesia.
Sudah datang sejak di tempat latihan, menonton langsung di stadion bahkan menjamu makan Timnas sepakbola Indonesia.
Perilaku presiden, menteri dan pimpinan parpol yang memanfaatkan Timnas sepakbola Indonesia sangat norak dan menjijikkan. Mereka adalah pemimpin yang gagal menciptakan prestasi buat rakyat Indonesia sehingga mereka beramai-ramai memanfaatkan dan mendompleng prestasi timnas sepakbola Indonesia yg berhasil masuk final piala AFF (padahal belum juara)," kata salah seorang juru bicara Petisi 28, Masinton Pasaribu kepada Tribunnews, Minggu (26/12/2010).
Bahkan, Masinton menuturkan, Menpora Andi Mallaranggeng 'mengemis-ngemis' minta dijadwalin makan malam (kemarin) dan makan siang (hari ini) bersama Timnas sepakbola Indonesia. Dan syukurnya semua permintaan tersebut dengan tegas ditolak pelatih Riedl, karena Timnas harus berkonsentrasi menghadapi pertandingan sore ini melawan Malaysia.
"Fenomena antusiasme rakyat mendukung Timnas sepakbola Indonesia harus dilihat sebagai adanya kerinduan dan kehendak bersama seluruh rakyat Indonesia. Menginginkan kebangkitan dan prestasi negara bangsa Indonesia dalam segala bidang," kata Masinton.
"Namun, fenomena ini tidak mampu diterjemahkan para elite pemimpin Indonesia bahkan dipolitisasi demi kepentingan politik pribadi dan partainya," tegasnya lagi. (*)
Petisi 28: Stop Politisasi Timnas!
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Tjatur Wisanggeni
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan