News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

SBY vs Sultan

PAN Pilih Pendekatan Kultural

Penulis: Ade Mayasanto
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menengahi polemik keistimewaan Yogyakarta, Partai Amanat Nasional (PAN) mendorong penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Keistimewaan Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan pendekatan kultural. Pendekatan kultural dibutuhkan lantaran menyangkut posisi orang nomor wahid di Yogyakarta.

"Kita penting melakukan pendekatan kultural karena terkait Sultan," kata Wakil Sekjen PAN Teguh Juwarno di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (10/1/2011).

Pendekatan kultural, menurutnya, akan meredakan tensi politik masyarakat Yogyakarta daripada menggunakan cara-cara prosedural yang formalistik.

"Jangan kita terjebak kepada penyelesaian prosedural yang formalistik," katanya.

Sekretaris Fraksi PAN ini menegaskan, jurus pendekatan kultural disampaikan dalam pertemuan kerabat koalisi partai politik pendukung pemerintahan SBY-Boediono atau yang biasa dikenal Sekretariat gabungan (Setgab) koalisi.

"Kalau di setgab, kita rekomendasikan penyelesaian tidak prosedural," jelasnya seraya menyatakan, pihaknya telah menerima masukan dari DPD.

"Kita sudah dapat masukan dari DPD-DPD. Itu menjadi pertimbangan penting buat fraksi PAN," imbuhnya.

Ketika disinggung apakah RUU Keistimewaan Yogyakarta bakal dibongkar, Teguh menjanjikan akan ada pengkritisan RUUK Yogyakarta.

"Sebagai suatu usulan pemerintah ya kita persilahkan. Nanti kita kritisi di DPR," sergahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini