TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Persatuan
Gereja Indonesia, AA Yewangoe menilai wajar jika pemerintah keberatan
terkait kata kebohongan yang sempat menghebohkan belum lama ini.
Pasalnya kata itu pasti menimbulkan salah paham.
"Tetapi sesudah
dijelaskan saya kira ada pemahaman," ungkap Yewangoe usai mengikuti
dialog lintas agama di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/1/2011)
dinihari.
Menurut Yewangoe, istilah kebohongan muncul dan itu
bisa saja diklarifikasi. Bisa juga dijelaskan dan dipandang dari
berbagai sudut.
Dalam dialog lintas agama, Yewangoe mengaku kembali
menyampaikan pernyataan sikap mereka seperti yang dibacakan pada 10
Januari lalu. Khusus tentang kebohongan, Yewangoe membantah jika itu
merupakan inti permasalahan.
"Saya kira intinya bukan pada
kebohongan. Tapi pada substansi masalah. Masalah yang dihadapi bangsa
kita dan tokoh-tokoh agama menyampaikan, meneruskannya. Itu saja,"
tegasnya.
Lebih lanjut, Yewangoe mengatakan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono memahami keinginan tokoh agama yang disampaikan dalam
dialog lintas agama.
"Bisa memahami dalam arti inilah permulaan dari
dialog selanjutnya," kata Yewangoe.
Bapak sendiri puas dengan
pertemuan malam ini? "Saya kira kalau dibilang puas sangat relatif.
Tetap dibawa keterusterangan, kejujuran, itu baik. Dan mungkin, bukan
mungkin, kita akan terus menambah data-data," imbuhnya.
AA Yewangoe: Wajar Pemerintah Keberatan
Penulis: M. Ismunadi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan