TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Partai Demokrat,
Ruhut Sitompul, mensinyalir ada kekuatan yang menyokong terpidana kasus
korupsi pajak, Gayus Tambunan, sehingga yang bersangkutan berani
menuding Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum melakukan sejumlah
rekayasa seusai sidang yang memvonisnya tujuh tahun penjara di
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/1/2011).
Ruhut
sendiri tak percaya dengan apa yang dipaparkan Gayus terkait "sepak
terjang" para anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. "Saya tidak
percaya pada apa yang dibilang Gayus. Kalau melihat kelakuannya selama
ini. Pasti ada kekuatannya di belakang dia," kata Ruhut kepada Kompas.com.
Siapa
kekuatan yang dinilai Ruhut membekingi Gayus? "Ya bisa jadi 149
perusahaan yang disebut diurusnya saat masih di pajak (Ditjen Pajak),"
kata anggota Komisi III ini.
Tudingan Gayus terhadap Satgas,
menurutnya, tak berdasar. "Waktu Gayus lari ke Singapura, justru Satgas
yang membujuknya pulang. Tetapi, setelah dia ditahan, para mafia mulai
bermain agar tidak terungkap yang lainnya. Dimainkankah soal paspor dan
lainnya. Pasti ada orang di belakangnya," ujarnya.
Ia pun
menyesalkan vonis tujuh tahun yang diberikan majelis hakim. Vonis ini
dinilai terlalu rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum 20 tahun
penjara. Perbuatan Gayus selama masa tahanan, dinilainya, bisa
dijadikan pertimbangan oleh hakim untuk memberatkan vonis kepada Gayus.
"Lihat, dia bisa keluar penjara seenaknya, ke sana ke sini, ngomong ngalor ngidul. Tetapi, mungkin akan lebih berat di kasus lainnya. Gayus itu sudah merusak hukum Indonesia," kata Ruhut.
Ada Kekuatan di Belakang Gayus
Editor: Gusti Sawabi
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan