TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai Pers telah secara aktif ikut
mencerdaskan bangsa, mengembangkan kehidupan demokrasi, dan ikut
mengontrol kekuasaan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Hal itu berdasarkan
pengamatan SBY selama mengemban tugas sebagai pemimpin negara.
"Tiga
hal itu tentu sangat berguna dalam memastikan kehidupan bernegara dan
jalannya pemerintahan bukan hanya menuju kearah yang benar, tapi juga
mencapai hasil dan capaian yang lebih baik," ungkap SBY dalam sambutannya
di acara perayaan Hari Pers Nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur,
Rabu (9/2/2011).
Berbicara tentang pengontrolan kekuasaan dalam
kehidupan bernegara, SBY mengajak untuk memahami hakikat kekuasaan itu
sendiri. Konon, katanya, kekuasaan itu cenderung bisa saja buat orang
lakukan penyimpangan.
"Manakala kekuasaan itu amat absurd, maka penyimpangannya absurd pula.
Kekuasaan tidak boleh berjalan begitu saja tanpa kontrol," ujarnya.
"Sesuai dengan prinsip cek and balances, kekuasaan itu harus dikontrol oleh kekuasaan lain," tegas SBY.
Dijelaskan
SBY, Indonesia memiliki pengalaman berharga soal kekuasaan. Dimasa
lalu, sebelum era demokratisasi, kekuasaan Itu lebih terkonsen pada
eksekutif dan militer yang waktu itu menjalankan doktrin dwi fungsi
ABRI. Cek and balances pun kurang berjalan dengan baik. Ditambah
konstitusi dan UUD yang belum diamandemen, sistem distribusi kekuasaan
seperti itu semakin dikuatkan.
"Sistem pemerintahannya pun
ditandai kuatnya kekuasaan pemerintah pusat. Itu masa lalu, sekarang
hampir semuanya telah berubah," tuturnya.
Kini, SBY mengatakan
Presiden dan pemerintah bukan satu-satunya pemegang kekuasaan. Bisa
dilihat bahwa di banyak tempat seperti di parlemen, LSM, pemerintah
daerah, pers dan banyak lagi yang disebut sebagai pemegang kekuasaan.
Dari realitas itu, SBY menyebutkannya sebagai ciri dari demokrasi.
"Maka
yang harus kita pastikan untuk tetap terjadi di negeri ini, krn banyak
godaan terhadap kekuasaan. Oleh karena itu penggunaan kekuasaan, yang
ada dimana-mana itu digunakan haruslah tepat adanya," imbuh SBY.
"Saling
kontrol terhadap kekuasaan memang diperlukan untuk membangun cek and
balances dalam arti luas. Dan yang lebih utama lagi, yang jadi harapan
seluruh rakyat indonesia, kekuasaan itu, siapa pun yang pegang dan
gunakannya, tidak digunakan secara sewenang-wenang dan tidak korup,"
kata SBY.
Peran Pers Bantu Gulirkan Kehidupan Bernegara
Penulis: M. Ismunadi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan