TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pencurian data-data rencana pembelian pesawat militer T-50 dari laptop delegasi Indonesia di Hotel Lotte, Kota Seoul, adalah tindakan yang memalukan dan serius.
"Ini termasuk hal yang ceroboh karena meninggalkan data-data penting dalam laptop yang tidak dijaga secara khusus," tegas pakar telekomunikasi yang juga anggota DPR RI KRMT Roy Suryo kepada Tribunnews.com, Minggu (20/2/2011).
Menurut Roy, selain harus dijaga khusus, setidaknya file-file penting tersebut dienkripsi atau directory-directorinya dalam harddisk di-hidden.
"Sehingga tidak sedemikian mudah bisa di-copy dengan menggunakan USB Flashdisk biasa," tulis Roy.
Aksi pembobolan data rahasia militer ini terjadi di kamar hotel salah satu delegasi Indonesia yang menginap di Hotel Lotte, lantai 19, Kota Seoul. Tiga penyusup, terdiri dari dua orang pria dan satu perempuan, masuk ke kamar hotel tersebut dan mengambil sejumlah data-data penting.
Para pencuri yang diduga berasal dari Asia ini menduplikasi dokumen rahasia yang terdapat di salah satu laptop delegasi Indonesia, yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
Atas pencurian tersebut, polisi setempat menduga para pencuri merupakan jaringan senjata internasional atau mata-mata profesional.(*)
Roy Suryo: Memalukan! Data Militer Bisa Dicuri
Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Juang Naibaho
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan