TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan wakil presiden Jusuf Kalla enggan
mengomentari tentang ditolaknya hak angket mafia pajak di DPR, ia
menyerahkan itu semua kepada Presiden dan Aburizal Bakrie atau Ical.
"Kalau itu tanya presiden lah, kalau Golkar tanya Ical, itu kan yang mengusulkan Golkar," kata JK saat akan membuka Kompas Gramdia Fair di Istora Gelora Bung Karno Jakarta, Rabu (23/2/2011).
Ia pun merasa bingung, kenapa Partai Demokrat bisa berbalik menolak
usulan tersebut, padahal menurutnya yang mula-mula mengusulkan Demokrat.
Tetapi ia memastikan suasana tidak akan memanas setelah terjadinya
perbedaan pendapat antara Golkar dan Demokrat."Saya kira biasa lah,"
imbuhnya.
Ia pun menyangkal bahwa usulan hak angket mafia pajak untuk membersihkan nama Ical sehingga diusul Golkar.
"Saya kira dulu pandangannya terbalik, bukan begitu, dulu itu kalau
dibongkar soal pajak yang kena Ical. Awalnya begitu. Bisa saja Ical
ditany, tapi bukan begitu, saya kira tidak," kata JK
Ia pun mengaku tidak tahu setelah perseteruan hak angket pajak tersebut
Golkar akan keluar dari Setgab. "Saya tidak tahu itu," imbuhnya.
JK: Soal Hak Angket Tanya Saja SBY dan Ical
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan