News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hak Angket Mafia Pajak

SMS Cak Imin: Kamu Dapat Apa dari Ical?

Penulis: Ade Mayasanto
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sidang Paripurna DPRRI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/2/2011) diwarnai dengan hujan interupsi dan perdebatan panjang anggota dewan. Sidang Paripurna tersebut digelar untuk membahas opsi voting menerima atau menolak hak angket mafia pajak.

TRIBUNNEWS.COMĀ  - Usulan pembentukan pansus angket perpajakan diwarnai aksi perpecahan di internal fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dua anggota asal fraksi PKB berbeda sikap dengan 26 anggota PKB lainnya. Lily Wahid dan Effendy Choirie justru berdiri, saat Ketua DPR RI Marzuki Alie mempertanyakan ke fraksi PKB siapa yang mendukung pembentukan pansus hak angket pajak, Selasa (22/2/2011).

Selepas sikapnya yang berbeda ini, Effendy menyatakan, menerima pesan pendek dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Muhaimin yang juga Menakertrans kabinet SBY-Boediono ini melayangkan pesan pendek yang penuh tudingan.

"Ketua Umum ini SMS, dan saya ditanya kamu dapat apa dari Ical," ujar Effendy.

Tak lama menunggu, Effendy pun membalas pertanyaan Muhaimin Iskandar. "Saya jawab, saya tidak kenal Ical, dan Ical juga mungkin tidak kenal saya. Saya tidak main uang, main politik kekuasaan. Ini hanya hati nurani, siapa tahu ada manfaatnya untuk rakyat," urainya.

Berbeda dengan Effendy, Lily Wahid yang juga berbeda sikap FPKB justru tidak mendapat pertanyaan dari Muhaimin Iskandar. Padahal, sebelumnya adik mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid ini melayangkan surat ke Muhaimin, bahwa dirinya akan mendukung pembentukan pansus angket perpajakan.

"Saya sudah memberitahu kepada partai, bahwa saya akan berbeda pendapat. Tapi mereka tidak menjawab surat saya. Jadi saya anggap mereka mengerti suara yang akan disampaikan saya," tegas Lily..

Ketika ditanya apakah sempat mengajak sejawatnya di FPKB untuk mendukung pembentukan pansus angket perpajakan, Lily pun menjawab dengan lugas.

"Saya tidak bicara dengan Gus Choi secara khusus. Tapi Gus Choi hanya mengatakan bahwa waktu kasus Century, ada tekanan batin karena tidak menyuarakan yang diinginkan. Sekarang ini dia tidak mau terbebani lagi," sergahnya.

Penggagas usul angket perpajakan ini menambahkan, kesiapan diri untuk menerima konsekuensi politik dari FPKB. "Segala konsekuensi akan saya hadapi, dan saya akan menggunakan hak hukum saya," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini