TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guna menjaga keselamatan penumpang kereta
api, sejumlah prosedur keamanan dalam menjalankan operasi kereta
haruslah dapat dijalankan dengan baik, dan dilakukan oleh
petugas-petugas yang berkompeten.
Menurut Direktur Utama PT.
Kereta Api Indonesia, Ignatius Jonan, pada diskusiĀ Lukman Hakim pada
diskusi "Penerapan Standar Menuju Peningkatan Mutu Transportasi
Perkeretaapian Indonesia" yang di gelar di Widya Graha LIPI, Jakarta
Selatan, Kamis (24/02/11), PT KAI sudah berusaha membuat pegawainya
maksimal dalam menjalankan tugas, salah satunya adalah dengan gaji yang
mencukupi.
"Untuk penjaga pintu kereta saja gajinya bisa mencapai Rp 3 juta, padahal banyak yang cuma lulusan SD (sekolah dasar)," katanya.
Labih
lanjut ia menjelaskan bahwa untuk seorang asisten masinis, gajinya
dapat mencapai Rp 4 juta perbulan, sedangkan untuk masinis senior dapat
mencapai Rp 8 juta perbulannya.
Pada sebuah BUMN, jika ada
keuntungan berlebih, maka hal itu akan diarahkan kepada kepuasan
cutomer, yakni dengan meningkatkan fasilitas untuk pengguna jasa. Hal
tersebut diikuti oleh peningkatan kesejahteraan karyawan, yang akan
memicu karyawan tersebut dengan baik.
"Terakhir adalah pemegang saham," ujar mantan pegawai bank itu.
Ignatuis
mengakui bahwa memang sebagian armada kereta yang dimiliki PT. KAI tidak
berada dalam kondisi yang membuat masyarakat nyaman, seperti yang
sering ditemui pada gerbong-gerbong kereta ekonomi. Walaupun demikian,
pihaknya tetap berusaha memberikan keselamatan bagi para penumpangnya.
Dua
prioritas pertama dalam peningkatan mutu pelayanan menurutnya adalah
keselamatan penumpang, dan ketepatan waktu dalam pelayanan.
"Ya kalau untuk penumpang kelas ekonomi tidak merasa nyaman, ya bayarnya juga murah kan," tuturnya.
Gaji Penjaga Pintu Kereta Rp 3 Juta
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan