News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Teror Bom Buku

Gegana seperti PSSI Pintar Berkelit

Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota Gegana Brimob memeriksa paket yang dicurigai berisi rangkaian bom di halaman komplek Kantor Berita 68H, Utan Kayu, Jakarta Timur, Kamis (17/3/2011). Setelah diperiksa paket langsung dibawa oleh Gegana markas Brimob.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesian Police Watch (IPW) menilai satuan Gegana Brimob Polri tak ubahnya seperti Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang hanya pintar berkata-kata, namun tidak dalam berbuat.

Hal itu diungkapkan IPW menanggapi lambannya Gegana menyikapi kiriman bom untuk Ulil Abshar Abdalla, di kantor berita 68 H (KBR68H). Saat itu, Gegana dan Polri, cepat membantah mereka lamban menyikapi bom buku kiriman Sulaiman Azhar itu.

"Giliran ngomong di media kenapa cepat? Ini kan sama kaya PSSI giliran main, kalah mulu banyak yang komentarin. Padahal pasukannya ada dan hebat. Kalau pasukannya (tim gegana) hebat tidak akan ada korban sampai banyak dan polisi sendiri yang kena (jadi korban)," ujar penasihat IPW Jhonson Panjaitan di Galeri Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (17/3/2011).

"Gegana lambat menangani dan cepat ngomong. Kalau dibilang polisi lambat tidak juga, karena sudah ada Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur disitu. Yang dibilang lambat itu adalah Gegana. Akibat kelemahan Gegana, Gegana lambat, maka polisi yang mengambil alih," imbuhnya.

Jhonson mengaku sangat menyanyangkan lambatnya Gegana beraksi. Padahal, negara sudah menggelontorkan uang yang tidak sedikit untuk tim spesialis penjinak bom itu. "Ini yang kita sayangkan. Negara ini sudah banyak dana yang dikeluarkan, untuk membentuk peraturan itu, tetapi tetap lambat dan akhirnya menjadikan korban," katanya.

Jhonson, juga tak ragu menyebut intelijen kembali kebobolan dalam kasus ini. "Iya kebobolan lah. Karena sebagian dari pemain ini (teroris) deket dengan intelejen terutama dipasar-pasar senjata dan bahan peledak," ungkapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini