TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo menegaskan pengamanan
Ibukota Jakarta tetap normal seperti sedia kala kendati dalam empat hari
terakhir diancam oleh bom buku di sejumlah tempat.
"Tidak ada (peningkatan pengamanan). Tetap normal. Saya kira disesuaikan
(pengamanan ibukota) nanti," kata Kapolri kepada pers di sela
penyampaian SPT PPh 21 Presiden SBY di kantor Pusat Pajak Jakarta, Jumat
(18/03/2011).
Menurut Kapolri, untuk mencegah ledakan diimbau kepada seluruh
masyarakat ikut membantu polisi mencegah keamanan lingkungannya
masing-masing.
"Kalau ada kiriman melalui kurir supaya di indentifikasi segera melapor
sehingga bisa bagian dari pengungkapan secara utuh," kata Kapolri.
Ditanya hasil penyelidikan polisi soal ledakan bom dalam empat hari
terakhir ini, Kapolri menjelaskan belum ada hasil yang bisa
dipublikasikan.
"Ini sesuatu yang harus dikerjakan dengan cermat," kata Kapolri.
Empat hari terakhir bom yang ditempatkan dalam buku (bom buku) dikirim
kepada sejumlah warga masyarakat diantaranya ditujukan kepada aktivis
Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla di kantor JIL Utan Kayu
Jakarta.
Tak hanya itu bom buku ini juga ternyata dialamatkan ke Mantan Kadensus
88 yang kni menjabat Kepala BNN Gorries Mere di kantor BNN Cawang serta
penyanyi Ahmad Dani juga dikirimin paket bom yang sama. Hari ini sebuah ledakan juga menggegerkan warga Depok. Serta beberapa
warga Jakarta menerima paket kiriman mencurigakan mirip bom.
Kapolri: Status Keamanan Jakarta Disesuaikan
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan