News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Teror Bom Buku

Ini Pengamanan SBY di Tengah Teror Bom

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Ade Mayasanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Gedung Utama Ditjen Pajak Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (18/3/2011), pukul 16.00 WIB, tiga penembak jitu Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) keluar dari sebuah tangga darurat gedung berlantai 21 itu.

Sang penembak jitu berpakaian serba hitam membopong sniper. Anggota Paspampres itu baru saja mengamankan kegiatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di gedung tersebut. Presiden bersama sebagian besar para menteri hadir dalam acara berupa penyampaian SPT PPh 21 yang dilakukan saban tiap tahun itu.Pengamanan seperti itu rutin diberlakukan ketiga Presiden berada di ruang publik.

Tak hanya itu, pengamanan terhadap kepala negara sudah diperketat ketika Presiden baru akan menghadiri sebuah acara kegiatan. Misalnya, para peserta yang mengikuti kegiatan Presiden harus steril dari benda mencurigakan seperti bom dan senjata tajam. Jika ditemukan benda mencurigakan seperti itu maka Paspampres tak segan- segan melarang orang tersebut memasuki ruang acara Presiden.

Ketika acara Presiden dimulai, sejumlah anggota Paspampres tampak berdiri di antara peserta yang mengikuti kegiatan Presiden. Para anggota Paspampres ini senantiasa siaga melihat dari dekat setiap peserta yang hadir.

Ketika Presiden meninggalkan gedung, tampak Paspampres juga mengamankan jalan raya yang dilalui Presiden. Sejumlah mobil berisi anggota Paspampres yang diperlengkapi senjata.
Itulah pengamanan yang diberikan Paspampres kepada SBY di tengah maraknya ancaman bom yang melanda Indonesia dalam lima hari terakhir ini.

Tak berbeda dengan pengamanan terhadap Presiden yang dilakukan sebelumnya. Pengamanan seperti itu rutin dilakukan anggota Paspampres ketika Presiden berada di ruang publik.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrian Pasha mengatakan meski teror bom marak namun pengamanan terhadap Presiden tetap sesuai dengan protap. "Oh tidak (diperketat). Tidak begitu pemahamannya. Artinya tentu dalam konteks pengamanan presiden sudah ada protap-nya. Ada standing operating prosedur (SOP) yang sudah menjadi acuan bagi pengamanan presiden," kata Julian.

Menurut Julian meski ledakan bom terjadi dekat rumah Presiden di Cikeas yakni Cibubur namun pengamanan terhadap Presiden tetap mengikuti SOP. "Itu jadi rujukan sampai sekarang ini," kata Julian

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini