TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rentetan bom buku yang menyasar mantan aktivis
Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Absar Abdalla dan Kepala BNN, Gories
Mere digunakan para pelaku untuk menyampaikan pesan bahwa mereka
melakukan perlawanan.
Ulil dianggap para pelaku sangat menentang
perbuatan terorisme yang mengatasnamakana agama, sedangkan Gories sangat
garang dalam memberantas pelaku teror saat menjadi Kadensus 88 Mabes
Polri dulu.
"Itu hanya pesan kami akan melawan anda, jelas-jelas
itu," ujar Kepala BNPT, Ansyaad Mbai saat acara diskusi Polemik di Warung Daun, Jakarta,
Sabtu (19/3/2011).
Hal yang sama lanjut Ansyaad juga terlihat atas
teror yang dialami politisi Japto Soerjosoemarno dan artis Ahmad Dhani
ditambah lagi mereka juga ingin memperlihatkan sikap perlawanan mereka
atas Yahudi. Sebab di pemikirannya pemerintah adalah Yahudi yang tidak
lain adalah musuh menurut para pelaku teror.
"Pemerintah dipersepsikan Yahudi dan mereka musuh, jaringan teroris anggap itu, itu terlihat sekali di 4 target itu," tandasnya.
Teror Bom Buku untuk Menunjukkan Teroris Melawan
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan