TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA - Kendati memiliki kemampuan mumpuni dalam engineering
persenjataan dan perakitan bom low explosive, Abu Thalut tak pernah
sekalipun menurunkan ilmunya selama 18 bulan berlatih bersama mujahidin
Afghanistan, di Indonesia.
"Di Indonesia saya belum pernah
mengajarkan soal itu. Bahkan sampai sekarang," ujar Thalut ditanya ketua
majelis hakim Herri Swantoro apakah kemampuannya meracik bom pernah
ditularkan selama berada di Indonesia, di Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan, Senin (21/3/2011).
Menurut Thalut, ketika diamanahi
Amir Jamaah Anshar Tauhid Ustad Abu Bakar Baasyir memegang pimpinan
pelatihan militer Aceh, dirinya tak memberi pelatihan spesifik. Ia
mengaku hanya dimintai memimpin pelatihan karena pengalamannya berlatih
dan melatih mujahidin di Afghanistan dan Filipina.
Karir Thalut
dimulai ketika dirinya sowan ke almarhum Abdullah Sungkar di Malaysia.
Tak disangka, Abdullah Sungkar justru menyuruhnya berangkat ke
Afghanistan medio tahun 80 an. Ia bukan orang Indonesia satu-satunya
saat itu. Karena selain dia, ada 50 orang Indonesia yang juga turut
bergabung di kamp Mujahidin.
Bersama para mujahidin Afghanistan,
Thalut belajar dan menimba ilmu taktik kemiliteran. Menurutnya ada
empat mata pelajaran yang diemban siapapun yang bergabung dengan
mujahidin Afhganistan itu. Ketika hendak pulang ke Indonesia, Thalut
pindah ke Filipina. Di sini, ia memastikan telah menularkan ilmu
perakitan bom.
Abu Thalut: Saya Tak Ajarkan Perakitan Bom di Indonesia
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan