TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Kaposek Jantho, Yasir
menyebutkan awalnya dirinya tidak mempercayai laporan camat Jantho,
Bahrun yang menginformasikan adanya sekelompok orang yang sedang latihan
di pegunungan.
"Saya pesimis menanggapinya, karena kecil kemungkinannya, Karena Aceh
baru selesai konflik, konflik itu orang GAM, jadi saya nyatakan itu
hanya isu-isu saja," imbuh Yasir saat memberikan kesaksian di Pengadilan
Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (31/3/2011).
Namun,
pada 21 Februari 2010, dirinya mendapat pesan singkat dari
Kasat Intel Polres Aceh Besar, AKP Apriyadi untuk naik ke gunung guna
mencari seklompok orang bersenjata.
Mereka kemudian menaiki gunung pada
tanggl 22 Februari 2010. Saat mendaki gunung, tim bertemu dua orang
berboncengan sepeda motor
lalu diperiksalah kedua orang itu. Tetapi dilepaskan karena tidak ada
unsur mencurigakan.
Namun Yasir masih kurang percaya sehingga menyuruh
anak buahnya mengejar dua orang tersebut. Ternyata mereka adalah Yudi
dan Sapta. Sapta pernah mengikuti pelatihan militer di Filipina dan
Timur Tengah. Sementara ada dua orang lain yang lari ke daerah gunung.
Yasir
yang kini bertugas di Polda Aceh kemudian menceritakan bahwa dirinya
sempat bertemu anggota pelatihan militer. Lalu dirinya menyembunyikan
identitas dengan mengaku sebagai pemburu rusa dan anggota lainnya ingin
menangkap ikan.
"Coba lihat identitas, saya keluarin, KTP-nya mana, saya
keluarin KTP. Dalam KTP saya anggota Polri, saya bilang biasa kalau
lagi sepi memburu," katanya.
Yasir kemudian dilepaskan oleh
kelompok mereka tetapi kartunya diambil. Yasir kemudian kembali ke
Polsek Jantho dan bertemu Kasat Intel. Dirinya mengetahui bahwa dua
orang itu adalah teroris setelah melakukan pemeriksaan. Yasir juga
menceritakan sekitar 25 orang yang mengikuti pelatihan itu dengan
senjata laras panjang.
Mantan Kapolsek Jantho Tidak Percaya Ada Pelatihan Militer
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan