Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) meminta proyek pembangunan gedung baru DPR dibawa ke rapat paripurna. Seluruh persoalan proyek tersebut yang menjadi polemik di publik seperti soal disain, detail engineering harus pula segera diajukan ke rapat paripurna DPR.
"Kita sedang nulis surat, mas Teguh Juwarno sedang nulis surat ke BURT untuk diusulkan desain itu, detail engineering desainya dibahas di rapat paripurna bukan dibahas di rapat konsultasi.karena ini merupakan mekanisme. Seluruhnya dibawa ke paripurna, gedung itu sudah ada di renstra, renstra itu sudah diputuskan di rapat paripurna, renstra tidak bisa dicabut," ujar Ketua Fraksi PAN, Tjatur Sapto Edy saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Kamis(31/3/2011).
Menurut Tjatur, PAN juga meminta BURT mengagendakan persoalan gedung baru DPR di Badan Musyawarah(Bamus) untuk kemudian mereka membawanya ke Rapat Paripurna DPR.
"Kita minta BURT diagendakan di Bamus Bamus diagendakan ke paripurna," jelas Tjatur.
Sementara itu saat ditanyakan terkait kapan dilaksanakannya Rapat Paripurna DPR tersebut, Tjatur menegaskan akan dilakukan secepat mungkin.
"Paripurna kita usahakan secepat mungkin," ujarnya.
Proyek Gedung Baru DPR Harus Dibawa ke Rapat Paripurna
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan