TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua
DPR Marzuki Alie menjelaskan, keputusan rapat konsultasi yang
memutuskan tetap meneruskan rencana pembangunan gedung baru DPR, diharapkan
untuk tidak ada lagi suara-suara menentang.
Keputusan yang telah
dibuat bersama ini kamudian akan langsung menanyakan kepada kementrian
pekerjaan umum apakah bangunan yang sudah direncanakan itu terlalu
mahal, murah atau sudah optimal.
"Hasil
rapat juga memutuskan untuk bertanya juga apakah ruangan yang
direncanakan itu sesuai standar, diatas standar atau dibawah standar,"
kata Marzuki, Kamis (07/04/2011).
Marzuki yakin, Kementrian
Pekerjaan Umum (PU), dapat menjelaskan kepada masyarakat mengenai
hal-hal teknis terkait rencana pembangunan gedung itu.
"Kami minta PU
untuk bisa menjelaskan kepada masyarakat. Kami ini orang politik tidak
tahu hal-hal teknis. Biar orang PU saja nanti yang menjelaskan,"
ujarnya.
Marzuki Alie kemudian sempat menyinggung mengenai
pidato Presiden SBY. Ia menganggap, apa yang dikatakan oleh presiden,
memperthatikan aspek kepentingan DPR.
"Presiden SBY sangat
memahami kebutuhan DPR akan sarana pendukung. Namun memang, beliau
memberikan catatan bagaimana pembangunan aspek pendukung ini efisiensi
bisa dilakukan sebaik-baiknya," ujar Marzuki.
Ia menegaskan
kembali, DPR tidak bisa membatalkan keputusan yang telah dibuat pada 19
Oktober 2010 lalu untuk membangun gedung. Pembatalan rencana
pembangunan menurutnya justru akan mencoreng muka DPR.
Marzuki Alie: Presiden SBY Memahami Kebutuhan DPR
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan