TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat(DPR) akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pembangunan gedung baru melalui rapat konsultasi yang dilakukan bersama fraksi dan Badan Urusan Rumah Tangga(BURT). Saat keputusan tersebut diambil mereka tidak menggubris dua fraksi yang tidak setuju atas usulan kelanjutan mega proyek tersebut yakni PAN dan Gerindra.
Suasana rapat pun sempat diwarnai adu argumentasi, dialog-dialog dan diskusi panjang sempat terjadi dalam agenda itu.
"Dalam rapat konsultasi terjadi diskusi panjang mengenai proyek tersebut," ujar Wakil Ketua DPR, Anis Matta saat jumpa pers di gedung DPR, Jakarta, Kamis(7/4/2011).
Menurut Anis, pijakan untuk mengambil keputusan tersebut diambil berdasarkan keputusan rapat konsultasi 19 Oktober 2010 lalu.
Begitu pula atas banyaknya kritikan masyarakat yang masuk DPR tetap melihat pada hasil rapat konsultasi 19 Oktober 2010.
"Pada rapat konsultasi 2010 lalu semua fraksi setuju, atas dasar itu kita berjalan," jelas Anis.
Hasil rapat konsultasi juga nantinya tidak akan dibawa ke dalam rapat paripurna yang rencananya akan dilakukan Jumat(8/4/2011).
"Rapat konsultasi memutuskan bahwa persoalan gedung tidak dibawa ke paripurna, tapi diputuskan di rapat konsultasi," tegasnya.
Gambaran suasana rapat juga dilontarkan perwakilan fraksi Demokrat Saan Mustopa. Wakil Sekjen partai pengusung SBY tersebut mengatakan saat rapat adu argumentasi memang sempat terjadi, namun tidak ada kondisi penting yang dapat dideskripsikan.
"Dialog terjadi, tapi masih biasa-biasa saja, tak ada yang terlalu serius," tandasnya.
Rapat Konsultasi Gedung Baru DPR Berjalan Alot
Editor: Ade Mayasanto
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan