TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Biaya pembangunan gedung baru DPR untuk tahap konstruksi yang
mencapai Rp 1,1 triliun sarat penggelembungan. Indonesia Corruption
Wacth (ICW) dalam hal ini menilai, penggelembungan dana gedung mencapai
Rp 602 miliar, sebuah angka fantastis.
ICW memberikan beberapa
pendekatan dalam menghitung kebutuhan luas gedung baru DPR merujuk pada
jumlah personilnya dan kebutuhan ruang dan fungsinya. Standar kebutuhan
ruang kerja anggota dewan ini seperti standar ruang eselon I.
Jika
ditotal dari ruang kerja, ruang tamu, ruang rapat, ruang staf, ruang
sekretaris dan tunggu, ruang simpan data per anggota dewan sekitar 80
meter persegi. Jika total luas kerja untuk 600 anggota dewan dikali 80
meter persegi maka hasilnya 48 ribu meter persegi.
Hal ini
ditambah dengan ruang fraksi, pimpinan, pendukung yang memakan luas 5178
meter persegi. Sementara untuk ruang fungsional lainnya memakan 26.589
meter persegi. Jika dijumlahkan keseluruhannya, maka total kebutuhan
gedung baru DPR sebesar 79.767 meter persegi.
Menurut peneliti ICW Firdaus Ilyas, kalau menggunakan pondasi yang sama dengan Nusantara
I, dimensi luas perlantai mencapai 4.444 meter persegi. Jika dibagi
dengan total kebutuhan luas ruang 79.767, maka pembangunan gedung baru
DPR cukup membutuhkan 18 lantai.
Untuk pembiayaan pembangunan 18
lantai ini, dibutuhkan total biaya Rp 535.675.288.500. Ini termasuk
untuk biaya pekerjaan standar, dan biaya pekerjaan non standar. Dari
total biaya pekerjaan per meter perseginya membutuhkan Rp 6.715.500.
Diketahui, total kebutuhan ruang sebesar 79.767 meter persegi dengan biaya pekerjaan Rp 6.715.500 sama
dengan Rp 535.675.288.500. Selisih biaya antara PAGU dengan seharusnya
adalah Rp 1.138.228.000.000 - Rp 535.675.288.500 = Rp 602.552.711.500.
"Jadi
dugaan pemborosan atau mark up sebesar Rp 602 miliar. Patut dicermati,
anggaran sekarang ini yang ditawarkan DPR sebesar Rp 1.138.228.000.000
belum final. Lelang ini baru lelang konstruksi fisik. Belum elektrikal
dan mekanikal," imbuh Firdaus.
ICW: Mark Up Gedung Baru DPR Capai Rp 602 Miliar
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan