TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, harus
melepaskan sepatu, menitipkan dompet, serta ponselnya saat memasuki
ruangan tempat lembar jawaban soal, jawaban serta kunci jawaban Ujian
Nasional (UN) dicetak, di Percetakan Balai Pustaka, Pulogadung, Jakarta
Timur.
Kepada wartawan, pensiunan TNI Angkatan Darat itu menjelaskan bahwa
walaupun ia merupakan seorang wakil gubernur, namun demi kelancaraan
pelaksanaan ujian ia pun harus menuruti peraturan yang berlaku.
"Supaya materi ujian tidak bocor ke pihak lain," katanya.
Di pintu ruangan tersebut, tertulis larangan untuk membawa alat
elektronik, ponsel, kamera, tas, dompet, buku dan catatn dalam bentuk
apapun, jaket, topi, sepatu dan kaos kaki.
Usai melepas sepatunya, Prijanto pun dipinjamkan sepasang sandal jepit,
untuk dikenakan selama melakukan inspeksi terhadap proses pencetakan
materi ujian itu.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudhi, yang ikut menemani
wakil gubernur, menjelaskan bahwa prosedur tersebut diterapkan untuk
menghindari kebocoran materi, dan hal itupun berlaku untuk siapapun tak
terkecuali.
Bahkan sejumlah pewarta foto yang datang untuk meliput inspeksi tersebut
harus mematuhinya, merekapun dilarang mengambil gambar di dalam
ruangan, yang dijaga selama 24 jam itu.
Prijanto Kenakan Sandal Jepit Tinjau Percetakan Soal UN
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan